Tips bagi freelancer agar pembayaran proyek tidak tertunda | Bagi seorang freelance sebuah proyek sangatlah berarti, mengambil sebuah proyek bisa berarti menutup peluang job yang muncul dari orang lainnya, karena berbagai alasan semisal ingin fokus pada satu pekerjaan atau tidak ingin terlalu banyak dikejar deadline.

Ketika sudah memutuskan untuk mengambil sebuah proyek dengan perhitungan income yang akan didatap serta timeline pekerjaan yang sudah direncanakan, tentu saja Anda ingin semua itu berjalan mulus sebagai mana mestinya. Namun celakanya, tidak ada yang bisa mengetahui hari esok akan seperti apa. Ternyata proyek Anda mengkrek, tersendat dan pembayaran yang Anda harapkan tidak kunjung di transfer. Dooh celaka bang..

Masalah seperti itu tentu akan mengganggu rencana keuangan Anda, bahkan rencana hidup Anda juga mungkin bisa terganggu, uang yang tadinya untuk modal kawin ternyata tidak kunjung dibayarkan oleh klien, alhasil rencana membangun keluarga bisa ditunda atau bahkan batal. Bahaya bukan?

Nah untuk mengatasi hal tersebut, perlu bagi seorang freelance untuk mengatur strategi agar Anda bisa mengamankan uang Anda, dan memastikan si klien membayar Anda sesuai perjanjian awal. Berikut sedikit tips untuk Anda para freelancer agar tidak mengalami penundaan pembayaran proyek.

Buat surat kontrak yang jelas

Untuk melindungi Anda dari berbagai masalah yang mungkin terjadi dikemudian hari, sangat disarankan pada setiap proyek yang Anda kerjakan menggunakan kontrak yang jelas. Dengan adanya kontrak Anda bisa menjelaskan waktu pengerjaan, nilai proyek, cara pembayaran, jatuh tempo pembayaran, sangsi jika tidak membayar, sangsi jika terlambat membayar dan lain sebagainya. Dengan adanya kontrak maka akan memperkecil kemungkinan pembayaran Anda tertunda atau ditunda-tunda.

Menetapkan harga perjam

Banyak freelancer yang menetapkan harga atau tarif perjam untuk pekerjaan freelance, mereka tidak mau berlarut-larut mengerjakan sebuah pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

hourly rate

Ilustrasi harga perjam (Image: blog.hubspot.com)

Rob Harr dari Sparkbox juga berfikir demikian, dia menganggap pembayaran perjam adalah cara yang terbaik. “Ini akan membantu menyelaraskan tujuan kita dengan tujuan klien. Dalam metode seperti ini harga akan terjaga,” menurutnya.

“Klien mencoba segala cara untuk mendapatkan harga yang tepat, sementara agensi mencoba untuk menyelesaikan proyek secepat mungkin, harga proyek yang tetap mungkin akan berakibat buruk karena klien mungkin akan meminta perubahan-perubahan.”

Harr juga mengatakan salah satu manfaat dari menetapkan harga perjam adalah kita bisa membuat perkiraan dengan lebih mudah. “Membuat perkiraan itu sulit karena dua hal. Klien selalu terus mendefinisikan apa yang mereka butuhkan selama proyek berlangsung dan bagi kita sebagian dari kita (designer & developer) selalu merasa optimistis.”

– Baca juga: Cara Freelancer Mengamankan Uang dalam Sebuah Proyek

Seperti Teknik Pomodoro, penagihan berdasarkan jam membantu membangun fleksibilitas dalam proyek dengan menjabarkan pekerjaan dengan pengelolaan pekerjaan yang terorganisir.

“Penagihan perjam berarti ruang lingkup dapat beradaptasi dengan kebutuhan proyek,” lanjur Harr. “Setiap perubahan harus disertai dengan pembicaraan dengan klien tentang dampaknya pada anggaran,” tambah Harr.

“Terkadang ini bisa berarti bahwa ini akan memakan waktu lebih lama dari yang diantisipasi, dan terkadang lebih cepat. Ini juga memungkinkan untuk menentukan prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu”.

Invoice Mingguan

Faktur mingguan juga penting untuk menjaga akuntabilitas pembelanjaan antar kedua pihak yaitu klien dan tim kreatif. Cara ini juga merupakan ide yang sangat baik yang diterapkan Andrew Clarke pada agensinya yang bernama Stuff and Nonsense.

“Kami menjadwalkan pekerjaan dan invoice kepada klien secara bertahap satu minggu sekali untuk membantu mempermudah menajamen waktu dan manajemen proyek, arus keluar masuk uang lebih baik dan mengurangi resiko keuangan.”

Salah satu manfaat dari penagihan mingguan adalah bahwa hal ini berarti bisa melakukan percakapan regular dengan klien. “Anda bisa berkomunikasi dengan klien Anda dengan sangat baik untuk membuat ini berjalan lancar,” kata Harr. “Terkadang hal ini bisa memakan waktu lebih lama terkadang lebih cepat dari perkiraan, ini tidak masalah, namun tidak akan mengejutkan diakhir.”

Komunikasi yang jelas

Komunikasi yang baik sangat penting agar Anda tidak dirugikan. Ini tentu akan memperjelas cara kerja Anda dan memastikan kontak yang teratur dengan klien sepanjang proyek berlangsung.

komunikasi

Komunikasi (Image: voyagecontrol.com)

“Tidak melakukan komunikasi yang baik dengan klien adalah salah satu perangkap terbesar ketika perusahaan pindah ke model pembayaran perjam,” jelas Harr.

“Kami sangat transparan terhadap anggaran perjamnya, dan kami memberdayakan klien kami untuk membuat keputusan soal anggaran. Saya sudah melihat agensi takut untuk berbicara tentang uang. Ini sangat gila menurut saya. Kita harus bersedia untuk berbicara secara sehat tentang uang dengan klien.”

Berkolaborasi dengan klien

Anda bisa mengunakan Google Spreadsheet untuk membuat perencanaan dengan klien dan juga untuk berkolaborasi dengan tim internal. Ketika mengerjakan proyek baru juga penting untuk membuat berbagai estimasi di Google Docs bersama klien.

“Ini membantu klien yang potensial untuk memahami dari awal bahwa mereka akan membantu menciptakan dan mempengaruhi cara kerja kita.”

Percakapan yang konstan akan menghindari hal-hal yang tidak terduga (kejutan) pada akhir, membantu menjaga proyek berjalan dan mengurangi gesekan yang bisa mengakibatkan hubungan yang tidak baik.