Pengertian Web 3.0 — Semantic Web / Web Semantik – Saat ini manusia menggunakan internet hampir disemua aspek kehidupan mereka. Pengguna mandapatkan keuntungan dari layanan internet yang membantu mereka mencari apa yang mereka butuhkan.

Sudah hilang masanya ketika Anda harus buta tentang film yang anda ingin tonton, atau direstoran mana anda akan kencan makan malam. Yang pada akhirnya ternyata membuat kita mendapatkan film yang tidak menarik atau makanan yang tidak enak dan akhirnya semua jadi terbuang sia-sia.

Tapi dengan evolusi dari web, kini anda dapat mencari semuanya melalui google, baik itu film atau review restoran atau hal-hal lain yang anda ingin ketahui. Dengan begini sebelum anda meninggalkan rumah anda akan memiliki sedikit pengetahuan tentang tempat yang anda ingin kunjungi. Itulah yang ada beberapa tahun ini, lalu apa revolusi web berikutnya?

Ada sedikit kekurangan dengan web saat ini, dimana hal tersebut akan memakan beberapa menit dari waktu penting dari hidup anda. Karena anda harus secara terpisah mencari “Review Film” dan “Review Restoran”, Anda akan mendapatkan hasil yang terpisah berdasarkan kata kunci yang anda ketik. Banyak ahli Internet percaya bahwa ini akan segera diatasi, dengan Web 3.0

Web 3.0 akan membantu And a mencari beberapa query hanya dengan menggunakan sati kalimat komplek. Dengan web 3.0 kini and a dap at mencari “I want to see the Amazing Spiderman 2 and then eat a burger. What are my options” bukan permintaan pencarian terpisah. Anda kemudian akan mendapatkan respon yang sudah di analisis dan diatur oleh web 3.0

Selain itu, para ahli memperkirakan Web 3.0 browser untuk menjadi asisten pribadi virtual yang mempelajari minat anda, mana yang anda suka dan mana yang tidak anda suka untuk menyaring hasil yang lebih baik.

Web 2.0

Web 2.0 diciptakan pada tahun 2005 oleh Dale Dougherty dari O’Relly Media. Banyak ahli web bereaksi terhadap klaim ini dan mengatakan bahwa itu adalah pemasaran palsu karena tidak ada perjanjian yang menetapkan versi 1.0 ditempat pertama. Namun, hal ini menjadi sesuatu hal.

Dale Dougherty

Dale Dougherty

Berikut adalah beberapa karakteristik web 2.0

  1. Pengguna dapat mengubah halaman web (Personalization). Ulasan produk dari pengguna adalah salah satu contoh yang bagus dari hal tersebut. Amazon memungkinkan pengunjung untuk meninjau produk mereka menggunakan formulir online
  2. Jejaring Sosial (Social Networking), era jejaring sosial dimulai lebih dari satu dekade yang lalu dengan Friendster dan MySpace; Namun saat ini berbeda. Dengan popularitas Facebook, Twitter dan sosial media lainnya, halaman website telah menghubungkan antar pengguna.
  3. Cepat Berbagi Konten (Easy to Share). Saat ini segala sesuatu harus datang dengan cepat. Berita yang baru lebih disukai dibanding berita yang sudah basi. Inilah sebabnya mengapa Twitter dan Youtube menjadi sangat populer; mereka menyajikan berita dalam waktu secepat mungkin.
  4. Inovasi untuk memperoleh informasi (Innovations for information acquisition). Hari ini, pengunjung dapat berlangganan dengan konten website dengan RSS (Really Simple Syndication) dan menerima pemberitahuan update.
    Misalnya anda bisa berlangganan artikel JurnalWeb.com dengan RSS Jurnal Web.
  5. Akses ke internet melalui perangkat selain desktop (Various Devices). Tablet komputer dan smartphone saat ini dapat mengakses internet, sehingga memperluas jangkauan informasi kepada pengguna.

Inovasi Search Engine.

Semantic Search

image by Bulentongun

Seperti sudah tertulis sebelumnya, ahli internet percaya bahwa Web 3.0 akan bertindak seperti asisten pribadi yang aware dengan apa yang anda suka dan anda tidak suka. Saat ini hal tersebut sudah mulai terjadi, hal-hal lain juga diharapkan untuk web 3.0

Database Besar

Big Data

Ilustrasi Big Data – Photo by Crimtan

Web 3.0 boleh dikatakan sebuah database raksasa. Seperti yang anda ingat, Web 2.0 telah ditetapkan sebagai internet yang menghubungkan antar pengguna. Sekarang ini sudah stabil, web sekarang bergerak ke pembuatan informasi yang saling terhubung.

Apa artinya ini?

Ini berarti bahwa permintaan pencarian Anda akan dilakukan secara otomatis oleh internet itu sendiri, mesin pencari mendasarkan hasil mereka dari kata kunci. Jika anda mengetik permintaan, itu akan menghasilkan hasil yang sesuai dengan kata kunci yang anda cari.

Tapi dengan Web 3.0, mesin pencari akan memberikan hasil berdasarkan kata kunci yang anda cari dan konteks yang anda gunakan ketika mengetik query(permintaan), hmm…lebih pintar bukan?

Berikut ini ada beberapa video yang mungkin bisa membuat anda lebih paham tentang topik kita ini

Tim Berners-Lee, yang menemukan World Wide Web pada tahun 1989, membantah adanya Web 2.0 (dan akhirnya 3.0) dan menyebutnya “nothing more than a meaningless jargon“.

Tim Berners-Lee Semantic Web

Tim Berners-Lee

Namun, Berners-Lee memiliki konsep sendiri tentang 3.0. Dia menyebutnya Semantic Web atau Web Semantik. Menurutnya, struktur internet saat ini dibangun untuk manusia. Kami tidak mampu menjelajah halaman dan memahami isinya. Namun, komputer tidak memiliki kemampuan itu. Ya, itu mungkin dapat menjawab pertanyaan berdasarkan kata kunci teteapi tidak dapat memahami konteks halaman.

Semantik Web nya mencoba untuk mengisi kesenjangan ini. Dalam struktur web ini, komputer akan dapat memindai dan menginterpretasikan informasi dengan menggunakan agen perangkat lunak yang merangkak diseluruh web. Hal ini dimungkinkan karena Semantic Web telah mengumpulkan informasi dalam apa yang disebut ontologi.

Ontologi adalah file yang mendefinisikan hubungan antara syarat dan kelompok istilah. Hal ini dianggap salah satu pilar dari Semantic Web. Mereka biasanya disertai dengan dokumen dibawah bahasa formal dari ontologi.

Tentu saja, ontologi ini harus rinci, komrehensif dan efektif untuk Web Semantic untuk bekerja. Menurut Berner Lee, ontologi akan datang dalam bentuk metadata, yang akan dimasukan dalam kode, hal ini bisa mengambil banyak waktu dan usaha.

Apa untungnya untuk kita?

Sebagai Web Designer & Developer, apakah web 3.0 penting untuk anda?
Apakah perubahan struktur web mempengaruhi desain dan kode anda?

  • Web 3.0 pasti akan mengubah tren desain. Flat design adalah salah satu bagian domino yang jatuh dari domino-domino web 3.0. Dengan flat design lebih fokus pada konten dan kemudahan akses, itu sesuai dengan revolusi 3.0 karena bertujuan untuk mengatur konten dengan lebih baik.
  • Web 3.0 akan mengubah cara pengkodean anda. Dengan masuknya meta data baru yang akan membantu semantic web mengatur informasi yang lebih baik, kita pasti akan menambahkan beberapa baris kode disana.

Kesimpulan.
Web sekarang ini sudah berubah. Ini telah berubah dari sekedar alat militer untuk bertukar informasi menjadi sesuatu yang bisa mendatangkan keuntungan untuk seseorang. Dan perkiraan buruk: ini akan selalu berubah. Apa artinya ini bagi kita, yang menggunakan web untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik? Ini berarti bahwa kita harus berevolusi ketingkat yang sama seperti yang dilakukan web. Kita harus berkembang, atau kita akan mati. Stagnasi tidak memiliki tempat dalam industri kita, Industri web. So, keep moving. (btw)