Rahasia sukses whatsapp ini mungkin perlu dicontoh oleh para pendiri startup. Aplikasi messanging Whatsapp akhirnya masuk dalam jajaran aplikasi elit karena sudah mencapai angka 1 miliar pengguna. Jan Koum mengumumkan capaian tersebut dalam akun Facebook miliknya.

Dengan begitu berarti bisa disimpulkan bahwa 1 dari 7 orang di dunia ini menggunakan Whatsapp (jumlah penduduk bumi sekitar 7 miliar pada sensus tahun 2011).

– Baca juga: 5 Aplikasi Android Paling Banyak di Download [+1Miliar]

Dalam statusnya di Facebook tersebut dia berucap “Satu miliar pengguna. Bangga dengan tim kecil kami yang bisa berbuat begitu banyak hanya dalam waktu tujuh tahun”.

Tim kecil yang dimaksud oleh Jan Koum itu tentu saja orang-orang yang bekerja dibalik WhatsApp, dimana WhatsApp yang digunakan oleh lebih dari satu miliar hanya mempekrjakan 57 programmer.

Sedikitnya jumlah orang yang bekerja untuk WhatsApp ini terbilang mengagumkan, pasalnya banyak perusahaan lain yang skalanya lebih kecil tapi memiliki programmer yang berjumlah sama bahkan lebih banyak dibanding WhatsApp.

Bahasa pemograman “Erlang”

Bahasa pemrograman Erlang mungkin kalah populer dibanding bahasa pemrograman lain yang ada saat ini seperti .NET atau Java. Namun Jasmid Mahdavi salah satu Software Engineer WhatsApp mengungkapkan kenapa WhatsApp sangat irit programer, menurutnya alasan dibalik itu adalah karena “Erlang” yang digunakan oleh WhatsApp.

Erlang merupakan bahasa pemrograman yang sudah ada sejak tahun 80-an, bahasa pemrogmanan ini tidak begitu populer dikalangan programmer, namun dianggap sangat berguna untuk mengatur derasnya arus komunikasi paralel dari para pengguna yang semakin banyak.

Bahasa pemgrogman Erlang ini juga memungkinkan para programmer untuk menyalurkan barisan kode baru secara on-the-fly, yang artinya bisa dilakukan sembari memproses kode itu sendiri. Erlang sangat bisa diandalkan dalam segi kecepatan dan produktivitas.

Programmer modern yang bekerja saat ini menganggap Erlang ini kuno dan tidak terlalu penting untuk dipelajari, namun tidak demikian dengan berbagai aplikasi messanging seperti WhatsApp, Facebook Chat WeChat dan Whisper, Erlang masih sangat berguna dimata mereka.

Kesederhanaan, merekrut programmer terbaik dan gunakan FreeBSD

Mahdavi mengungkapkan bahwa kunci sukses WhatsApp hingga menjadi seperti sekarang ini adalah prinsip kesederhanaan yang mereka gunakan. Disamping penggunaan bahasa pemrograman Erlang yang terbilang kuno, WhatsApp ternyata juga menggunakan komputer dengan sistem operasi “FreeBSD”, dimana untuk menjalankan sistem operasi ini tidaklah memerlukan spesifikasi hardware yang canggih, sekali lagi ini bentuk kesederhanaan WhatsApp.

kantor whatsapp

Pendiri WhatsApp Jan Kaum (baju lengan panjang) (Image: techbang.com)

Mahdavi juga mengungkapkan bahwa WhatsApp telah mengubah prinsip pribadinya semenjak dia bergabung dengan tim kecil Jan Baum tersebut. “Pendekatan minimalistik tersebut sangat membuka mata saya”, ujar Mahdavi.

Prinsip yang digunakan WhatsApp selalu berkaitan dengan kualitas dan bukan berfokus pada kuantitas kata Mahdavi, dengan bantuan bahasa pemrograman Erlang dan merekrut programmer hebat maka WhatsApp tidak membutuhkan orang-orang yang akan bikin sesak kantornya.

“Strategi kami ialah dengan merekrut programmer terbaik dan paling bersinar”, tambah Mahdavi.

Cara Programmer Beradaptasi dengan WhatsApp

Pada setiap perusahaan tentu memiliki cara tersendiri dalam menangani karyawan, termasuk menangani programmer yang baru di rekrut.

Mahdavi bercerita bahwa pada minggu pertama berada di WhatsApp, programmer baru dipersilahkan untuk beradaptasi terlebih dahulu dengan bahasa pemrogmana yang digunakan oleh WhatsApp, mereka belajar terlebih dahulu agar bisa mengerti bagaimana WhatsApp berjalan.

“Apabila yang direkrut adalah orang-orang yang pintar, mereka akan bisa melakukan itu semua”, tutur Mahdavi.

Jarang Rapat

Hal terakhir yang diungkapkan Mahdavi tentang WhatsApp ialah soal rapat yang jarang dilakukan WhatsApp.

Rapat yang bersifat formal yang dilakukan di kantor adalah hal yang tidak sering dilakukan di kantor WhatsApp. Bahkan beberapa orang pekerja bisa dibilang hampir tidak pernah rapat, ujur Mahdavi.

“Pelajaran paling utama, fokus ke pekerjaan yang mesti dilakukan, dan jangan melakukan aktivitas yang mendistraksi, misalnya rapat”, tutup Mahdavi.

Ternyata untuk menjadi sebuah startup besar yang sukses dan berguna untuk masyarakat dunia itu tidak perlu sesuatu yang serba mewah dan berlebihan ya, kesederhanaan juga bisa membuat sukses, seperti dicontohkan WhatsApp yang kini sudah digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna dari seluruh dunia.

Anda juga bisa simak perbincangan tentang bagaimana WhatsApp mengelola para pengguna di video berikut ini

Referensi lain: Wired