Prinsip desain web modern | Sangat penting untuk menggunakan kaidah dan prinsip desain web modern pada website Anda agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan terkini.

Website yang modern tentu memiliki keuntungan tersendiri, salah satu contohnya adalah membuat website yang responsive sehingga pengunjung yang menggunakan ukuran layar yang lebih kecil (misal di smartphone) tidak mengalami kesulitan ketika mengakses website.

Apabila website hanya bagus untuk tampilan komputer desktop tentu saja kita akan rugi karena pengunjung yang menggunakan perangkat mobile akan meninggalkan website tersebut, otomatis website akan sepi.

Berikut adalah beberapa kaidah dan prinsip desain web modern.

1. Menggunakan standar teknologi terbaru. Misalnya desain web menggunakan versi HTML dan CSS terbaru.

2. Validasi HTML dan CSS. Bukan hanya versinya, namun juga perlu menggunakan kode yang valid. Bisa di cek menggunakan W3 Validator.

3. Menggunakan software terbaru untuk pembuatan web. Sebagai contoh script pemgrograman dan aplikasi database menggunakan versi yang up to date.

4. Memakai teknik dan kaidah terkini. Misalnya layout halaman website menggunakan sistem kolom yang menggunakan div bukan lagi tabel. Jika Anda tertarik bisa juga dengan menggunakan layout berbasis grid.

5. Cepat dan ringat ketika diakses. Sebagai contohnya adalah dengan mengecilkan ukuran file gambar dengan cara kompresi, selain itu bisa juga dengan meringkas kode dibalik halaman web.

6. Desain simple tapi keren. Sebagai salah satu contoh yaitu memilih menggunakan flat desain dengan dilengkapi web font Google agar keren.

prinsip desain web modern

Ilustrasi desain web (Image: usabilitygeek.com)

7. Gunakan skema warna. Sebuah website tentu tidak akan bagus jika tidak menggunakan skema warna yang jelas. Jadi pastikan Anda memilih pewarnaan yang baik, hal ini tentu akan membantu untuk meningkatkan keterbacaan. Misalnya, jangan menggunakan tulisan berwarna coklat pada background hitam, akan lebih baik menggunakan teks yang lebih terang seperti warna putih atau kuning jika backround nya hitam atau gelap.

8. Mudah di modifikasi dan di-update. Membuat website dengan sistem template, sehingga layout dan konten website dapat dipisahkan dan menjadi lebih mudah untuk dimodifikasi. Ada baiknya menggunakan alur kerja (workflow) yang jelas agar Anda bisa memisah antara versi pengembangan dan produksi.

9. Kompatibel dan lintas browser. Misalnya menggunakan CSS dan Javascript untuk mereset HTML sehingga tampilan web konsisten di berbagai jenis browser.

10. Mobile friendly. Misalnya dengan menggunakan desain web responsive untuk melayani pengunjung yang menggunakan berbagai macam ukuran layar.

responsive web design

Responsive web (Image: elearningindustry.com)

 

11. SEO friendly. Salah satu caranya kode HTML yang dilengkapi dengan Structured Data Markup semenjak awal proses desain.

12. Siap untuk di-monetize. Misalnya dengan menyiapkan ruang untuk peletakan banner iklan sejak awal pembuatan website.

13. Tidak banyak popup. Website modern tidak menggunakan terlalu banyak popup namun mengunakan popup sewajarnya saja dengan tujuan yang informatif, bukan sekedar untuk iklan.

14. Mendukung social marketing. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan widget atau ikon share ke berbagai sosial media populer.

15. Konten informatif dan fokus pada pengunjung. Misalnya dengan memberikan informasi yang akurat, menggunakan teks informasi yang cukup lengkap, disertai dengan gambar pendukung ataupun video.

16. Struktur navigasi yang baik. Misalnya menggunakan sistem menu terkategori dan menyediakan breadcrumb untuk navigasi sehingga pengunjung tidak bingung. Selain itu konsisten dalam menempatkan navigasi.

17. Fitur dan fungsionalitas yang jelas. Misalnya menyediakan form kontak dan login bagi para pengguna, menyediakan form kontak agar pengunjung bisa mengirimkan pesan kepada pemilik website.

18. Web Interaktif. Misalnya menggunakan animasi CSS dan Javascript untuk menghasilkan efek dan fungsi tertentu pada halaman web.

19. Web Dinamis. Contohnya tentu dengan menggunakan script pemrograman dan database, seperti PHP dan MySQL. Dengan teknologi tersebut website bisa memili halaman untuk mengelola konten (CMS) tersendiri sehingga akan menghemat waktu ketika intin melakukan penambahan konten.

20. Terukur dan terpantau. Caranya adalah dengan memasang script untuk mencatat jumlah kunjungan sehingga dapat dianalisis untuk kebutuhan pengembangan website. Bisa menggunakan Google Analytic.