Perbedaan front-end dan back-end developer | Pada proses pengembangan website biasanya terbagi menjadi dua bagian pending, yaitu pengembangan pada sisi back-end dan front-end.

Kedua otoritas ini memiliki peranan yang berbeda dalam proses pembuatan website, namun keduanya saling bahu-membahu satu sama lain agar bisa menghasilkan produk website yang bagus dan bisa menghasilkan pengalaman (UX) yang berkesan bagi para pengguna.

Terkadang beberapa orang cukup kesulitan untuk membedakan kedua peran ini, masih banyak perdebatan yang membahas batasan keduanya dalam bekerja seperti apa.

backend vs frontend developer

Image by codeup.com

Pada kesempatan ini jurnalweb.com sedikit membahas tentang pebedaan front-end dan back-end developer, dan semoga bisa memberikan sedikit gambaran tentang kedua peran ini kepada Anda.

Untuk memulai mungkin kita bisa melihat sebuah Infografis yang dibuat oleh Quickensol IT Solution tentang perbedaan front-end dan back-end developer pada saat ini.

frontend vs backend

front-end vs back-end

Front-end

Front-end developer atau biasa dikenal dengan pengembang pada sisi klien (clien-side), adalah orang yang fokus pekerjaannya pada tampilan website, nuansa dan pengalaman pengguna (UX) pada sebuah situs website.

Front-end berkelut dengan desain situs website serta alirannya, bahkan saat ini seorang front-end developer bisa mengurusi sampai pengolahan API dan juga kecepatan atau performa website.

Skill yang dibutuhkan seorang front-end developer

HTML — HTML adalah bahasa markup yang menjadi dasar dalam pembuatan sebuah website hingga website tersebut bisa dilihat oleh para pengguna, semua halaman website yang ada di internet pada dasarnya adalah HTML.

CSS — CSS bisa dibilang kosmetik dari HTML itu sendiri, CSS yang membuat tampilan website terlihat menarik, karena dengan CSS kita bisa membuat style atau gaya bagi setiap tag yang ada di HTML.

CSS memiliki kemampuan untuk membuat grid layout, pengaturan tipografi, memberikan warna, bahkan animasi. Jika Anda melihat sebuah tombol berwarna merah dan ketika mouse diarahkan ke tombol itu maka warnanya berubah menjadi warna lain maka itu bisa terjadi karena sentuhan CSS.

Javascript — Javascript merupakan bahasa pemrograman yang bisa membuat website menjadi lebih interaktif, Javascript terkadang bisa menjadi ranah front-end namun bisa juga back-end, namun sebagian besar Javascript adalah ranahnya front-end karena Javascript termasuk bahasa pemrograman pada sisi klien (client-side), walaupun saat ini Javascript juga ada di sisi server berkat semakin berkembangnya NodeJS.

Javascript fungsi utamanya yaitu membuat interaksi bagi website, karena kemampuan javascript maka kita bisa membuat kotak dialog, dropdown menu, animasi, dan sebagainya.

Bahkan saat ini javascript memungkinkan front-end developer menjadi lebih berperan luas, seperti kemampuan untuk mengatur router pada URL, hal ini semakin luas digunakan semenjak makin ramainya pengguna framework seperti Vue, React dan Angular.

Image editing — Front-end developer perlu juga untuk menguasai software image editing seperti Photoshop, atau aplikasi untuk pembuatan desain website seperti Sketch, serta aplikasi untuk kolaborasi dengan UI seperti Zeplin atau MarvelApp ataupun Figma.

Cross Browser — Skill untuk memastikan tampilan website bisa tampil baik dan bahkan serupa pada setiap browser yang ada saat ini menjadi nilai lebih yang perlu dimiliki front-end developer, karena pengguna saat ini bisa membuka website dari berbagai perangkat dan berbagai ukuran layar.

SEO — Search Engine Optimization sangat erat kaitannya dengan kode yang ada pada website, jadi front-end developer juga sangat berperan disini untuk memastikan kode yang dibuat mendukung SEO Friendly, seperti menulis kode dengan efisien, berupaya agar request ke server seminimal mungkin, dan sebagainya.

Tugas Front-end Developer

Tugas dari front-end developer tentu tergantung dari project yang dikerjakan, termasuk skala nya. Namun setidaknya yang umum dilakukan oleh front-end developer adalah sebagai berikut.

  • Mengembangkan semua komponen visual pada situs website.
  • Menggunakan HTML, CSS dan Javascript dalam menjalankan tugas utama mereka untuk membuat desain website yang dirancang oleh UI designer menjadi lebih hidup.
  • Mengimplementasikan wireframe menjadi sebuah template nyata yang bisa dijalankan di web browser.
  • Memodifikasi dan menjaga tampilan antarmuka dari sebuah website.
  • Yang lebih modern front-end developer juga mengolah data API yang diberikan kepada mereka dan bahkan mengelola state hingga routing sebuah website.
  • Front-end developer juga berperan dalam kecepatan sebuah website dengan mengimplementasikan task runner hingga module bundler seperti Gulp, Grunt dan Webpack.

Back-end developer

Back-end developer biasa dikenal sebagai orang yang khusus melakukan pengembangan website pada sisi server (server side), back-end fokus pada fungsionalitas. Back-end developer juga biasanya menjadi arsitek dari teknologi yang digunakan pada sebuah platform.

Pengembangan pada sisi ini bisa melibatkan tiga bagian penting, yaitu server, aplikasi dan database.

Back-end developer bertanggung jawab atas pengiriman dan penerimaan informasi yang ditampilkan dibagian depan.

Skill yang diperlukan untuk menjadi back-end developer

Java, PHP, Ruby, GoLang, Python, NodeJS & Javascript — Bahasa pemrograman server-side (kecuali javascript) tersebut setidaknya harus dikuasai oleh seorang back-end developer, tidak harus semua, cukup beberapa saja, atau bahkan satu saja yang menjadi spesialisasinya.

Database — Seorang back-end developer berurusan dengan logika bisnis, dan salah satu tugas dari back-end adalah menyediakan suplai data untuk front-end developer, jadi penguasaan akan database sangat penting bagi seorang back-end developer.

Code Versioning — Mengontrol versi dari kode yang dibuat merupakan salah satu skil yang harus dimiliki oleh back-end developer saat ini, karena dia harus memastikan program yang dibuat bisa di kembangkan dan mungkin dikembalikan ke versi yang lebih stabil ketika terjadi error saat pengembangan, code versionong control seperti git/svn juga sangat perlu dikuasai jika bekerja dengan sebuah tim.

Security — Seorang back-end developer tentu harus memikirkan keamanan dari aplikasi yang dia buat agar tidak muncul celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain dan berpotensi merugikan perusahaan dan bahkan dirinya sendiri.

Tugas Back-end developer

Tugas seorang back-end developer juga bisa tergantung pada skala pekerjaannya serta jumlah timnya. Namun secara umum seorang developer biasanya akan bertanggung jawab untuk hal-hal berikut:

  1. Menulis kode pada sisi server (server-side)
  2. Fokus pada fungsionalitas dan kompatibilitas dari website
  3. Bertindak sebagai arsitek yang merancang sistem dan teknologi website
  4. Membangun sistem back-end
  5. Membuat fungsionalitas API
  6. Memonitos status dari server

Skill tambahan untuk front-end & back-end developer

Selain skill yang sudah kita bahas diatas, ada beberapa skill lain yang harus dimiliki oleh kedua bidang ini untuk menjadikan mereka lebih berkualitas dan lebih sempurna.

Front-end developer perlu untuk lebih kreatif dan memiliki keterampilan visualisasi yang luar biasa, mereka perlu juga untuk mempelajari user experience (UX) agar bisa menghasilkan antarmuka yang menawan dan interaktif.

Sementara itu back-end developer harus memiliki keterampilan analisis dan logis  yang kuat. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan untuk memecah masalah dan berfikir secara kritis agar dapat menjadi back-end developer yang handal dan bermutu.