Negara paling banyak diserang malware | Kemajuan teknologi yang sangat cepat tentu saja dibarengi juga dengan meningkatkan tingkat kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer.

Salah satunya adalah dengan berkembangnya malware (Malicious software), yaitu aplikasi yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem komputer. Malware dapat berupa trojan, spyware, adware dan rootkit. Sebagian besar fungsinya adalah untuk mencuri data komputer korban, menghapus dokumen atau menambahkan perangkat lunak yang sebernarnya tidak diinginkan oleh si korban.

malware

Malware (Image: doohelp.com)

Laporan Karpesky Lab baru-baru ini mengungkapkan data yang cukup mengejutkan, dimana jumlah serangan malware pada kuartal II tahun ini mengalami kenaikan sebesar 15,6 persen. Setidaknya ada tiga negara yang paling banyak diserang.

Karpesky Lab melaporkan saat ini produknya sudah memblokir 1.132.031 serangan malware keuangan terhadap korban. Trojan yang paling berbahaya seperti Gozi dan Nymaim disebarkan melalui website yang berhasil diretas serta email spam.

– Baca juga: 7 Pekerjaan Keamanan Komputer Dengan Gaji Tertinggi

Adapun tiga negara yang paling banyak diserang malware adalah Turki, Rusia dan Brazil. Peringkat pertama Turki memiliki persentase serangan hingga 3,45 persen, disusul Rusia dan Brazil yang masing-masing 2,9 persen.

“Malware keuangan masih terus aktif dan berkembang dengan pesat. Trojan perbankan baru secara signifikan memperpanjang fungsi mereka dengan menambahkan modul baru seperti ransomware. Jika penjahat tidak berhasil mencuri data pribadi pengguna, mereka akan mengenkripsi dan menuntut uang tebusan,” tutur seorang ahli keamanan Kaspersky Lab Denis Makrushin, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/8/2018).

– Baca juga: Nonton Perang Cyber Secara Live

Para pengguna disarankan untuk menggunakan solusi keamanan yang kuat, pastikan software keamanan yang digunakan selalu di update agar dapat mengenali malware-malware baru, pengguna juga diminta untuk secara rutin melakukan scan terhadap komputer untuk memeriksa apakah komputer terinfeksi atau tidak, serta hindari memasukan data dan informasi pribadi ke situs website yang tidak dikenal dan mencurigakan.