Microsoft mengambangkan data center bawah laut yang diberi nama Project Natick — Dunia teknologi semakin hari semakin berkembang dengan sangat cepat, banyak hal yang tak terbayangkan oleh kita yang akhirnya tercipta setelah melalui berbagai penelitian dan percobaan.

Kita tentu tidak bisa lupa bagaimana sebuah pesawat besi bisa terbang diatas langit, atau bagaimana manusia bisa berkomunikasi sambil bertatap muka dari jarak yang sangat jauh, bahkan manusia sudah menemukan tempat hidup baru di luar angkasa.

Dunia IT memang selalu memberikan kemajuan yang kadang diluar pemikiran kita.

Microsoft baru-baru ini juga meluncurkan sebuah terobosan baru dalam hal pemilihan tempat untuk pusat data (data center), dimana Microsoft mencoba untuk membuat atau menaruh data center di laut. Agak unik memang ide ini, karena terkadang orang lebih memilih tempat yang aman, namun Microsoft ini malah mencoba hal yang terlihat cukup beresiko. Namun begitulah sebuah kemajuan.

Project Natick, itulah nama yang mereka berikan untuk pekerjaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang Jurnalweb nukil dari website resmi proyek tersebut. Proyek Natick adalah proyek penelitian Microsoft untuk memproduksi dan mengoperasikan pusat data bawah laut. Proyek Natick mencerminkan upaya Microsoft yang sedang dilakukan untuk mencari solusi cloud data center yang menawarkan penyediaan cepat, biaya rendah, respon tinggi, dan lebih ramah lingkungan.

microsoft project natick

Microsoft project natick (Image: betanews.com)

Mengapa Proyek Natick?

Microsoft melihat cloud computing terus tumbuh menjadi sesuatu yang penting, baik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan juga sebagai penggunaan sumber daya secara global.

Proyek Natick difokuskan pada masa depan cloud yang dapat melayani pelanggan dengan lebih baik pada daerah yang dekat dengan banyak air (dimana hampir 50% masyarakat berada).

Apa manfaat proyek Natick untuk pelanggan?

Penyediaan cepat: Kemampuannya untuk menggunakan data center dari awal hingga akhir dalam waktu 90 hari.
Memungkinkan respon yang lebih cepat terhadap permintaan pasar, penyebaran yang cepat ketika bencana alam dan acara khusus seperti Piala Dunia.

– Baca juga: Hal Inilah Yang Paling Disesali Bill Gates Dalam Hidupnya

Latency: Latency merupakan waktu yang diperlukan data untuk berjalan dari sumber sampai ke tujuan. Setengah dari populasi dunia tinggal dalam jarak 200km dari laut sehingga menempatkan pusat data center di lepas pantai akan meningkatkan kedekatan data center bagi penduduk dan secara dramatis mengurangi latency dan memberikan respon yang lebih baik.

Kapan akan digunakan untuk publik?

Proyek Natick saat ini masih dalam tahap penelitian. Ini masih tahap awal dalam mengevaluasi apakah konsep ini bisa diadopsi oleh Microsoft dan penyedia layanan cloud lainnya.

Tahan berapa lama Natick tersebut?

Sebuah data center Natick dimaksudkan untuk bertahan hingga 5 tahun, yang merupakan umur yang aman untuk mengantisipasi kerusakan komputer yang ada didalamnya.
Setiap siklus 5 tahun, data center akan diambil kembali, diisi ulang dengan komputer baru, dan disebarkan. Target umur dari data center Natick setidaknya 20 tahun. Setelah itu, data center ini dirancang untuk diambil kembali dan di daur ulang.

Lalu apa maksud dari nama Natick?

Natick adalah sebuah kode nama yang tidak memiliki arti yang spesial. Ini adalah sebuah kota di Massachusetts.