Jepang menguji sidik jari sebagai mata uang – Pada musim panas ini pemerintah Jepang akan mulai menguji sistem yang akan memungkinkan para wisatawan asing untuk memverifikasi identitas mereka dan membeli barang serta menggunakan jasa dengan menggunakan sidik jari saja.

Menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade, Jepang berusaha untuk mencegah kejahatan dan menghilangkan stres para wisatawan dengan menghilangkan kebutuhan untuk membaca uang tunai ataupun kartu kredit, seperti dilansir The Japan News, Jumat (8/4/2016).

fingerprint sidik jari

Ilustrasi Sidik Jari (Image: gizmag.com)

Percobaan tersebut akan memungkinkan pemerintah untuk sepenuhnya mengevaluasi sistem sebelum membuat perubahan besar menjelang pertandingan.

Percobaan tersebut akan menggunakan scanner sidik jari di pengecer populer di pusat-pusat wisata – total ada sebanyak 300 toko souvenir, restoran, hotel dan perusahaan lain. Berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku saat ini, bagaimanapun, paspor masih akan diperlukan untuk check-in di sebuah hotel – meskipun hukum masih akan memungkinkan untuk pembelian melalui sidik jari selama Anda tinggal disana.

Pada Oktober tahun lalu, Huis Ten Bosch theme park di Nagasaki memperkenalkan sistem serupa dan melaporkan bahwa hal tersebut sukses bekerja dengan baik. Menurut juru bicara perusahaan:

Jepang juga akan menguji sistem bagi warga sendiri yang akan memungkinkan mereka untuk menarik uang dari mesin ATM – upaya untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi kasus penipuan transaksi dengan kartu curian.