Iklan online di klik oleh 27 persen pengguna smartphone di Indonesia menurut riset Baidu | Iklan online bagi sebagian orang dianggap mengganggu aktivitas yang mereka lakukan di layar smartphone. Namun, sebuah riset ternyata membuktikan sebuah hal yang cukup menarik dan sedikit menggembirakan untuk para publisher di tanah air yang mengais rezeki dari iklan online ini.

Dimana, dalam riset tersebut terbukti bahwa masih ada sebagian orang yang merasa tertarik dan ingin mencari tahu iklan yang muncul di perangkat mobile yang dimilikinya.

klik iklan online

Ilustrasi Klik Iklan (Image: boostlikes.com/blog)

Hasil penelitian terbaru dari Baidu Indonesia dengan lembaga riset pasar Gfk lah yang membuktikan hal tersebut. Berdasarkan data tersebut ada sekitar 27 persen dari pengguna smartphone di Indonesia yang selalu mengklik iklan online yang muncul pada layar smartphone miliknya.

Bao Jianlei yang juga Managing Director Baidu Indonesia secara detail mengungkapkan bahwa profil kategori orang-orang yang mengklik iklan di perangkat mobile tersebut. Mereka ternyata berasal dari masyarakat dengan kategori sosial ekonomi menengah.

“Jadi, kebanyakan dari mereka yang mengklik iklan online di smartphone mereka rata-rata status sosial ekonominya kelas C. Usianya ada pada rentang 23-32 tahun dan sebagian besar adalah laki-laki,” ungkap Bao Jianlei saat membongkar hasil risetnya yang bertajuk Mobile Apps Market Study Indonesia tersebut di Jakarta.

Selain itu, bos Baidu Indonesai tersebut juga mengungkapkan, efektivitas iklan online masih terbilang rendah apabila dilihat secara keseluruhan. Iklan online di media sosial dan iklan di mesin pencari mempunyai efektivitas yang lebih baik untuk membangun tingkat kesadaran yang tinggi di kalangan pengguna perangkat bergerak, ungkap Jianlei.

“Sebanyak 68 persen responden mengaku sadar dengan kehadiran iklan di media sosial dan 13 persen mengaku melakukan akses ke iklan tersebut. Sedangkan ada 69 persen responden yang menyadari adanya iklan di mesin pencari yang mereka gunakan di perangkatnya dan 12 persen memutuskan untuk mengklik iklan tersebut,” ungkapnya seperti yang Jurnalweb.com kutip dari laman InfoKomputer hari ini.

Sedangkan untuk melakukan studi mengenai penggunaan perangkat mobile dan aplikasi yang dilaksanakan oleh Baidu Indonesia tersebut melibatkan lebih dari 2.200 orang responden. Asalnya dari kawasan perkotaan di Bandung, Jakarta, Tanggerang, Bogor, Bekasi, Surabaya dan Semarang.

Berikut hasil studi selengkapnya mengenai efektivitas iklan online yang dilakukan Baidu.

riset iklan online baidu

Riset iklan online baidu (Image: InfoKomputer.com)

Sebagai informasi tambahan, Baidu sendiri adalah perusahaan pengembang teknologi yang berasal dari Tiongkok dan didirikan oleh Robin Li pada tahun 2000.

– Baca juga: 2 Posisi Iklan Adsense Terbaik Menurut Pengalaman Google

Ternyata masih ada secercah harapan untuk para publisher iklan online di tanah air. Iklan online tidak benar-benar mati, masih ada yang klik walaupun jumlahnya sangat jauh dari harapan. Namun, yang penting adalah iklan tersebut harus bisa di optimasi pada perangkat mobile, karena pengguna smartphone kini semakin banyak dan angkanya mengalahkan pengguna desktop. Jadi menempatkan iklan dengan baik pada website versi mobile menjadi sangat penting saat ini.