Facebook blokir sosial media Tsu — Facebook adalah salah tempat sharing informasi yang paling banyak digunakan saat ini.

Berita-berita yang dianggap menarik akan di share ke Facebook oleh para pembaca agar teman-teman lainnya bisa ikut membaca.

Pemilik website pun banyak yang membagikan tulisan yang ada di websitenya ke sosial media, termasuk Facebook, dengan harapan artikel tersebut dibaca oleh followersnya.

Ketika kita mention sebuah URL website di Facebook, biasanya facebook akan menampilkan keterangan detail dari artikel dari URL tersebut, biasanya berisi judul artikel, gambar dan deskripsi.

Seperti berikut ini:

facebook open graph card

Namun ternyata tidak semua website bisa kita mention di Facebook seperti itu, website tsu.co misalnya, website jejaring sosial yang sistem keanggotaannya masih berbasis invite ini tidak bisa kita mention di Facebook, dalam arti, keterangan dan gambar tidak muncul ketika kita tulis alamat website tersebut.

Tsu.co tidak bisa di mention karena disinyalir akan menjadi sumber spam besar di Facebook sehingga perusahaan memutuskan memblokir penggunanya dengan melarang menuliskan URL.

Jika kita menulis tsu.co di Facebook maka akan muncul error seperti ini.

facebook error mention tsu

Error bukan hanya muncul ketika menulis URL tersebut di kolom status, namun juga di Facebook Messanger dan Instagram, seperti dikutip dari Mashable, Minggu (08/11/2015).

tsu fb error mention

Masalah pelarangan tersebut sepertinya karena model bisnis dari Tsu.co itu sendiri, yang didasarkan pada pendapatan yang akan didapat oleh para penggunanya yang dihitung berdasarkan banyak share yang mereka lakukan. Tsu akan akan mengambil keuntungan iklan sebanyak 10% yang diciptakan oleh pengguna, dengan sisanya 90% sisanya didistribusikan di antara pengguna yang diundang oleh teman tersebut.

Sistem seperti ini seperti skema piramida, kalau di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan sistem Multi Level Marketing (MLM).

Facebook yang saat ini dikunjungi oleh 1 miliar pengguna setiap harinya ini beranggapan bahwa situs seperti Tsu mendorong “perilaku spam” yang melangar aturan bagi para pengembang.

“Kami mewajibkan semua website dan aplikasi yang terintegrasi dengan Facebook untuk mengikuti kebijakan platform kami,” kata seorang juru bicara Facebook.