Cara mengganti theme wev agar bisa menambah jumlah pengunjung | Mengganti tampilan atau theme suatu waktu pasti akan dibutuhkan oleh sebuah website maupun blog, biasanya pergantian tampilan tersebut dilakukan karena berbagai alasan, seperti teknologi yang digunakan template sebelumnya sudah kuno atau ketinggalan zaman, agar terlihat lebih segar dipandang mata, bisa juga karena mengikuti tren desain terbaru, atau karena ingin melakukan optimasi SEO misalnya agar pengunjung bertambah.

Pada tulisan kali ini kita akan bahas sedikit tentang poin terakhir, yaitu untuk menambah pengunjung.

Pergantian theme atau tampilan website sangat beresiko untuk sebuah website, makanya tampilan website jarang sekali diganti, karena jika salah bisa mengakibatkan jumlah pengunjung malah berkurang dari sebelumnya.

redesign website

Ilustrasi redesign website (Image: onlydesign.org)

Alasannya bisa bermacam-macam, bisa karena bentuk template tersebut tidak menimbulkan minat orang untuk mengeksplorasi isi website karena navigasi yang buruk, warna yang tidak menarik, atau font yang kurang bagus dan hal-hal teknis lain seputar desain, atau karena kode website tidak dioptimasi untuk keperluan SEO, sehingga robot Google menjadi sulit untuk membaca dan mengetahui maksud dari isi website.

Jika Anda berniat untuk mengganti template ataupun theme website Anda, maka berikut ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan agar jumlah pengunjung tidak drop setelah ganti tampilan web.

1. Buat pemberitahuan ketika ingin mengubah tampilan

Sebelum melakukan perubahan tampilan, ada baiknya buat pemberitahuan kepada pengunjung bahwa website mungkin tidak akan bisa diakses untuk kurun waktu tertentu, hal ini tentu untuk menghindari mereka kesal terhadap website Anda yang tidak bisa diakses atau terjadi error. Selain itu ada baiknya jangka waktunya ditentukan, misalnya silahkan kembali dalam 1 jam, hal ini untuk membuat mereka mendapat kepastian.

2. Lakukan perubahan saat pengunjung sepi

Agar proses perubahan tampilan tidak mengganggu jumlah pengunjung Anda secara signifikan, maka sebaiknya lakukan proses perubahan pada waktu-waktu dimana pengunjung biasanya sedang sedikit, biasanya sih pada tengah malam pengunjung cenderung sepi. Namun ini tergantung jenis websitenya, karena ada website yang lebih banyak beroperasi pada malam hari, jadi cek statistik untuk mengetahui pada jam berapa saja website Anda sedang sepi. Google Analytics sudah menyediakan data tersebut.

3. Pilih theme yang SEO friendly agar pengunjung makin ramai

Carilah theme yang SEO Friendly agar website Anda mudah untuk dicintai oleh mesin pencari seperti Google. Cara mencarinya tentu tidak mudah, Anda harus mengerti apa itu theme maupun template SEO friendly, Anda juga harus paham elemen-elemen SEO, khususnya SEO on-page, karena theme sangat erat kaitannya dengan SEO on-page.

Jadi, pastikan kode templatenya rapih agar mudah jika ada perbaikan, codenya ringan agar pengunjung tidak kesal menunggu loading dan mesin pencari cepat dalam membaca isi website, selain itu cari yang sudah menggunakan teknologi terbaru seperti HTML5, cari yang sudah menggunakan metadata agar mesin pencari tahu setiap bagian dari halaman web tersebut, agar mesin tahu mana yang merupakan menu navigasi, mana yang konten, siapa nama penulis artikelnya, tanggal berapa dibuatnya, mana yang judul utama, mana header, sidebar dan footer. Poin itu semua ditentukan oleh tag html, kelengkapan metadata dan microformatnya.

Perhatikan juga struktur file dan folder yang digunakan, apakah menggunakan nama yang mudah dibaca oleh (logo-jurnalweb.jpg tentu lebih baik dibanding l0g0-jurn4lweb298928393.jpg). Perhatikan juga penggunaan tag alt pada setiap gambar dan ada title pada setiap link.

– Baca juga: 6 Cara Membuat Desain Website yang SEO Friendly

4. Perhatikan kecepatan

Ketika memilih theme, usahakan untuk selalu mengecek kecepatannya. Biasanya seorang pembuat theme akan menyediakan demo agar Anda bisa melihat dan mencoba. Anda bisa mengecek kecepatan halaman demo tersebut dengan berbagai tool yang ada di Internet. Seperti Google Page Speed Insight, Pingdom, maupun GTmetrix. Apabila skor yang diberikan berbagai tool tersebut baik maka bisa Anda gunakan, apabila kurang bagus ada baiknya cari theme yang lain. Karena kecepatan adalah salah satu faktor yang diperhitungkan oleh mesin pencari saat ini.

Ada banyak sekali hal lain yang akan menentukan kecepatan website, pada postingan sebelumnya sudah pernah dibahas 30 Cara Mempercepat Loading WordPress Website.

5. Jangan gunakan theme yang terlalu banyak javascript dan ajax

Selain itu cari template yang tidak terlalu banyak menggunakan javascript, apalagi template yang menggunakan teknologi Ajax karena mesin pencari akan sulit membaca data Ajax. Anda bisa kehilangan pengunjung jika website sulit dibaca oleh mesin pencari. Jika memang harus menggunakan Javascript, pastikan agar ukuran file nya kecil dengan cara dikompres.

6. Hindari theme yang menggunakan teknologi flash

Hindari juga theme yang menggunakan teknologi Flash karena flash ini tidak bagus untuk SEO website Anda, mesin pencari akan kesulitan membaca isi website yang menggunakan flash. Selain itu flash ini cukup berat ketika diakses. Mesin pencari tidak suka website yang berat, pengunjungpun tidak suka website yang berat.

7. Jangan gunakan theme yang multipurpose (serbaguna)

Sekarang ini banyak desainer yang membuat theme yang multipurpose, dalam arti, theme tersebut dibuat dalam berbagai versi pilihan gaya, jadi bisa digunakan untuk segala jenis website, baik itu website profile, ecommerce, gallery, portfolio, dan lain sebagainya. Kami menyarankan Anda untuk menghindari theme yang seperti itu.

Sebaiknya cari yang sesuai dengan konten website Anda saja, jika website Anda website spa & salon, maka cari yang khusus dibuat untuk spa & salon saja, kalau website Anda website fotografi cari yang dibuat khusus untuk fotografi, jika website berita cari yang khusus untuk website berita, tidak perlu ada fitur penjualan atau fitur gallery foto pada website berita, karena itu tidak terlalu penting untuk website berita. Kecuali jika memang sekalian untuk berjualan.

Alasannya karena website yang terlalu banyak pilihan gaya, biasanya memiliki kode yang jauh lebih banyak, sehingga kemungkinan akan berat ketika dibuka.

8. Tampilan harus lebih menarik

Ketika mengubah tampilan tentu saja kita mengharapkan tampilan yang lebih baik dan lebih fungsional dibanding yang sebelumnya. Jadi jangan sampai melupakan soal komposisi warna yang baik, jenis & ukuran font yang digunakan, tata letak yang baik dan harus sesuai dengan kebutuhan website Anda. Sesuaikan juga tampilan dengan brand Anda, biasanya warna website tidak jauh berbeda dengan warna logo. Jangan sampai pengunjung lama bingung ketika website Anda tiba-tiba berubah tampilan. Anda bisa baca tulisan terdahulu tentang 7 Cara Membuat Website Lebih Menarik dan Unik.

9. Kompatibel dengan berbagai browser 

Pengunjung website Anda pastinya menggunakan berbagai jenis browser, baik itu Chrome, Firefox, Opera, Safari, Internet Explorer, Edge, Android Browser, Opera Mini dan lain sebagainya. Setiap browser tersebut memiliki cara tersendiri dalam membaca kode website, sehingga terkadang tampilan website kita pada satu browser bisa berbeda jika dibuka pada browser lain. Bisa saja sebuah theme terlihat keren di Gooogle Chrome namun hancur lebur ketika dibuka di Internet Explorer. Jadi sebelum memilih theme, tes dulu kompatibilitasnya jika dibuka di berbagai browser.

Untuk memastikannya tentu ada baiknya Anda menginstal berbagai browser tersebut di komputer Anda, dan coba satu persatu. Atau bisa juga dengan menggunakan cross-browser tool yang banyak tersedia di internet seperti browserstack, crossbrowsertool.com, crossbrowsertesting.com dan lain sebagainya.

10. Theme yang baik harus responsive

Sebuah theme yang baik adalah theme yang sudah responsive karena saat ini pengunjung membuka website dari berbagai jenis perangkat, baik dekstop, tablet, mobile. Semua perangkat tersebut memiliki ukuran layar yang berbeda. Sebuah theme yang baik tentu harus bisa mengadaptasi semua ukuran layar tersebut, harus bisa dibuka dengan baik dan tidak berantakan pada berbagai perangkat tersebut.

Anda menguji apakah sebuah theme sudah responsive atau belum bisa dengan Resizer, tool buatan Google untuk menguji web responsive.

11. Cari theme yang memiliki struktur navigasi yang baik

Struktur navigasi adalah salah satu elemen penting dalam sebuah website, navigasi bertugas sebagai pembuka jalan bagi artikel-artikel yang ada di website Anda ketika pengunjung menjelajahi website. Oleh sebab itu cari theme yang memiliki struktur navigasi yang bagus, seperti apa struktur navigasi yang bagus? sederhana saja, harus bisa mengadopsi seluruh menu yang dibutuhkan website, posisinya mudah ditemukan, warnanya menarik, ada disetiap halaman, tidak berantakan ketika dibuka di versi mobile atau bisa kita bilang menu harus sudah responsive.

– Baca juga: Trik Mengatur Ulang Struktur Navigasi Website

12. Perhatikan ukuran sidebar

Ketika mengubah sebuah tampilan website, jangan lupa untuk mengecek apakah setiap bagian bisa mengadopsi konten yang akan ditaruh disitu? Misalnya saja, ketika website Anda akan dipasangkan iklan, pastikan ukuran sidebar sesuai dengan ukuran iklan yang nantinya akan dipasang, jangan sampai ukuran iklan besar namun ruang yang tersedia sempit. Biasanya lebar sidebar jangan sampai kurang dari 336px, karena segitulah ukuran lebar iklan terbesar yang umumnya digunakan.

13. Buang semua widget yang tidak perlu

Ketika Anda mengubah tampilan, ada baiknya Anda membuang semua widget yang tidak perlu, tidak perlu ada jam di sidebar website Anda, tidak perlu juga ada widget ikan berenang-berenang, tidak perlu juga menampilkan widget jumlah pengunjung karena itu cukup Anda saja yang mengetahui (bisa menggunakan google analytics untuk memantau jumlah pengunjung). Widget yang kurang penting hanya memberatkan website Anda. Jurnalweb dulu pernah bahas apa saja Elemen Yang Tidak Perlu Ada Pada Sebuah Blog.

14. Tampilkan tulisan terkait dan terpopuler

Ketika Anda mengubah tampilan, jangan lupa untuk menyertakan tulisan terkait pada setiap halaman, hal tersebut tentu saja untuk membuat pengunjung tidak menutup website Anda ketika selesai membaca sebuah artikel. Dengan adanya tulisan terkait atau artikel sejenis dibagian bawah artikel, bisa membuat pengujung tidak langsung menutup ketika selesai membaca, ada kemungkinan mereka akan membaca tulisan lain yang ada di website Anda. Selain tulisan terkait, Anda bisa menampilkan juga tulisan terpopuler, bagian ini tentu saja bisa menarik minat pengujung untuk melihat artikel populer tersebut.

15. Daftarkan website Anda ke Google Web Console / Webmasters tools

Google memiliki sebuah alat yang bisa dimanfaatkan untuk mengecek sehat atau tidaknya sebuah website, sebelum Anda mengganti theme, perhatikan dulu apa saja kesalahan atau error yang muncul di Google Web Console sehingga Anda mengetahui bagian mana yang harus dibenahi ketika mengubah tampilan. Selain itu Google web console juga memiliki berbagai fitur yang bisa Anda manfaatkan untuk kebaikan website Anda. Lebih lengkap tentang web console bisa Anda baca panduannya disini.

16. Pastikan website Anda miliki Sitemap

Sebuah website sudah semestinya memiliki sebuah sitemap, sitemap biasa adalah sebuah file dengan ekstensi .xml (sitemap.xml) yang berisi semua URL dari setiap halaman yang terdapat pada website tersebut, baik URL dari halaman statis maupun halaman dinamis, Sitemap ini nantinya yang akan diambil, dibaca dan dianalisa oleh robot mesin pencari, dari situ mereka baru akan menampilkan halaman website Anda di hasil pencarian. Jangan lupa juga untuk submit sitemap Anda ke Google Web Console agar website cepat dikenali oleh mesin pencari.

Apabila Anda menggunakan WordPress, Anda bisa Membuat XML Sitemap di WordPress Dengan 5 Plugin Terbaik Ini.

17. Kelola sosial media dengan baik

Ketika Anda melakukan perubahan pada tampilan website, jangan lupa juga untuk menyesuaikan tampilan sosial media Anda dengan tampilan website agar semuanya jadi seragam dan membuat website terlihat lebih profesional. Sosial media termasuk hal yang penting untuk dikelola karena sosial media bisa menjadi pintu masuk datangnya pengunjung.

18. Pastikan preview tulisan di sosial media terlihat menarik

Tampilan preview website Anda di sosial media juga harus diperhatikan, hal ini cukup penting untuk menarik pengunjung dari sosial media. Tampilan preview ini biasnya muncul ketika seseorang hendak membagikan artikel tersebut (share). Ada banyak sosial media, jadi tampilan preview nya juga berbeda-beda, Agar tampilan preview sosial media ini Anda perlu untuk mempelajari twitter card, Facebook open graph, dan Google+ snippet.

19. Pastikan semua link berjalan dengan baik

Perubahan tampilan biasanya akan berdampak pada bebera link yang tidak bekerja dengan baik yang akhirnya menambah jumlah broken link. Perlu diketahui juga bahwa broken link ini sangat tidak baik bagi website Anda, tidak disukai oleh mesin pencari dan juga tidak disukai oleh pengunjung. Anda bisa menggunakan berbagai tool untuk melakukan pengecekan, seperti xenu, broken link checker dan lainnya.

20. Terus perbanyak konten website Anda

Setelah melakukan perubahan, teruslah memperbanyak tulisan website Anda agar website semakin informatif dan berguna, dan perlu dipahami bahwa makin banyak artikel maka kemungkinan website Anda dibuka akan semakin besar.

21. Pantau statistik dan ranking

Pantau statistik website Anda sebelum melakukan perubahan, kalau perlu catat angka-angka pentingnya. Lalu bandingkan dengan jumlah pengujung selama dua minggu pasca dilakukan perubahan, apabila ada penurunan kemungkinan poin diatas ada yang Anda lewatkan.

Itulah beberapa poin yang harus Anda perhatikan ketika melakukan perubahan tampilan website (redesign) agar pengunjung bertambah dan tidak berkurang. Semoga berguna untuk kemajuan website Anda, salam sukses :)