10 Cara Memilih Framework PHP – Ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik adalah sesuatu yang luar bisa. Banyak orang yang sekarang sudah menggunakan framework untuk mengembangkan website, bukan lagi murni PHP yang tentunya cukup memakan waktu dalam pembuatannya.

Enam atau tujuh tahun yang lalu saya mulai berkenalan dengan framwork Codeigniter, sebuah framework yang waktu itu masih relatif baru, dunia framework pun waktu itu masih baru banget, blum banyak orang menggunakan framework, saya cukup beruntung bekerja di staff pengembangan web di kampus saya yang sudah menggunakan framework pada saat itu. Jadi mau tidak mau saya dituntut untuk mempelajari Codeigniter. Belajar dan mulai mengerjakan pekerjaan dengan Codeigniter, lama-lama sulit untuk pisah dengan framework ini, apa lagi sudah banyak project yang dikerjakan dengan Codeigniter.

Namun sekarang codeigniter sudah bisa dibilang mati. Sudah lebih dari 1 tahun saya ingin beralih ke yang lain, namun karena beberapa pekerjaan lama masih menggunakan Codeigniter, dan proyek-proyek website yang baru pun masih sangat bisa ditangani oleh sistem yang sebelumnya sudah saya buat dengan codeigniter jadi mau tidak mau masih berkutit di seputar Codeigniter.

Belakangan ini keinginan makin kuat untuk pindah ke framework lain. Namun masih bingung mau menggunakan yang mana.
harus saya akui codeigniter pada jaman nya sangat enak digunakan, support dan komunitas sangat menunjang itu semua, kesulitan sedikit langsung googling dan menemukan solusi, ini menurut saya salah satu faktor utama mengapa codeigniter sampai saat ini sangat banyak penggemarnya. Namun sayang nya kurang nya pengembangan membuat saya ingin mencari yang lain.

PHP framework

Ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan saat memilih framework agar baru agar nanti tidak setengah-setengah belajar dan mencari yang lain, yang akhirnya membuat kita capek untuk belajar dari awal lagi seputar framework baru tersebut, atau buang-buang waktu lagi untuk migrasi sistem lama ke framework baru. Setidaknya ada 10 cara memilih framework php yang baik yang akan Jurnal web bahas kali ini.

1. Popularitas dan Komunitas

Seperti yang saya contohkan diatas, pada zaman nya codeigniter merupakan framework yang sangat menyenangkan karena sangat populer sehingga penggunanya banyak, banyak nya pengguna tersebut membuat masalah dan solusi banyak di share di internet, alhasil ketika kita mempunyai masalah serupa kita bisa menemukan solusinya dengan mudah di internet.

Popularitas ini juga penting karena jika Anda mempelajari framework terkenal maka peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan menggunakan framework tersebut juga banyak, contoh lain jika Anda mengerjakan proyek dengna beberapa orang, dan orang tersebut tiba-tiba tidak bisa lagi ikut mengerjakan proyek bersama Anda karena alasan tertentu maka Anda bisa dengan mudah bisa mencari penggantinya, karena penggunanya banyak.

2. Filosofi

Ini merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah framework, ini bisa jadi acuan utama Anda untuk memastikan apakah framework ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Keberlanjutan

Ini juga sangat penting untuk diperhatikan, karena tidak ada sistem yang sempurna, sistem selalu butuh untuk di kembangkan, perlu upgrade perlu perawatan. Aplikasi Anda juga membutuhkan itu, jadi pilih framework yang keberlanjutannya jelas, sebagai penggunakan codeigniter, saya sangat menyayangkan framework ini akhirnya tidak ada kemajuan sedangkan kebutuhan dan teknologi semakin berkembang. Jadi akhirnya sekarang saya harus mulai belajar framework baru lagi.

4. Support

Kriteria lain yang harus Anda perhatikan yaitu support, ini berkaitan dengan komunitas tadi. Jika Anda mudah untuk menemukan jawaban atas masalah-masalah yang Anda hadapi tentu sesuatu yang sangat menyenangkan. Jadi perhatikan komunitas nya, milis nya, group-group nya, tutorial nya di internet, jangan sampai jika Anda sedang kebingungan sulit mencari bantuan.

support

Photo from vmware

5. Teknik

Untuk menghindari Anda terjebak dalam sebuah labirin, selalu lebih baik untuk memilih solusi interoperable; salah satu yang menghormati best practices dalam hal pembangunan (design pattern)

6. Security

Setiap aplikasi berpotensi memiliki masalah atau celah keamanan. Untuk meminimalkan resiko, akan lebih baik untuk memilih framework yang mampu menjamin fungsi keamana (misalnya dalam penanganan XSS)

security

photo from canberratimes

7. Dokumentasi

Ini adalah kebutuhan mutlak untuk mengevaluasi sifat, volume, dan kualitas literatur yang tersedia tentang framework tersebut; dokumentasi yang baik adalah dokumentasi yang mudah untuk digunakan dan mudah di upgrage.

8. Lisensi

Lisensi penting karena mereka dapat memiki dampak yang signifikan pada apliaksi Anda. Sebagai contoh, sebuah aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan lisensi GPL tentu akan dikenalkan GPL. Disisi lain, hal ini tidak berlaku untuk framework dengan lisensi MIT.

9. Ketersediaan Banyak SDM

Seperti sudah di singgung di pembukaan artikel ini, tentang banyak nya sumber daya yang penting sebelum memilih framework. Mungkin Anda ingin memiliki tim teknis di sekeliling Anda selama Anda dalam tahap pengembangan atau dalam sebuah proyek jangka panjang, baik untuk pemeliharaan atau pembaharuan. Dengan kata lain, pastikan bahwa keterampilan yang dibutuhkan untuk alat yang Anda gunakan terasedia di pasar luas.

10. Coba sendiri

Mungkin ini adalah penentu, ini bisa jadi kunci utama Anda dalam memilih suatu framework. Jangan hanya puas dengan membaca ulasan, komentar dan rumor, baik atau buruknya suatu framework yang ada di Internet. Dengan mencoba sendiri framework tersebut Anda akan dapat membuat penilaian Anda sendiri dan memastikan Anda benar-benar nyaman menggunakan nya.

Itulah beberapa kriteria yang perlu Anda pertimbagkan sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sebuah framework untuk proyek-proyek Anda berikutnya. Semoga ini bisa mengatasi kebingungan Anda dalam memilih framework. Ada banyak framework terbaik yang bisa Anda gunakan, sebagai rekomendasi mungkin Anda bisa mencoba 10 Framework PHP Pilihan Untuk Tahun Ini