Skill dasar untuk menjadi seorang front-end developer atau orang yang bekerja pada bidang front-end development setidaknya ada delapan yang harus dikuasai.

Jika semuanya dipahami dengan baik dan benar, bukan tidak mungkin akan menjadi seorang yang sangat dibutuhkan dalam hal pengembangan front-end, pekerjaan akan muncul dengan sendirinya karena permintaan pada sektor front-end saat ini memang sadang tinggi.

front-end developer

Ilustrasi seorang front-end developer (Image credit: whitefusemedia.com)

Front-end web development juga dikenal dengan istilah client-side development yaitu bidang pekerjaan yang tugasnya memproduksi file HTML, CSS dan Javascript untuk sebuah website atau aplikasi web dimana nantinya user akan berinteraksi dengan menggunakan web dan aplikasi tersebut.

Bagi user selain konten, faktor kenyamanan, kemudahan dan kecepatan adalah hal penting lain yang membuat mereka betah berada di sebuah website. Jadi tidak heran jika front-end developer ini sekarang sangat dibutuhkan, karena kenyamanan pengguna bergantung pada bagaimana sang developer membuat website tersebut tampak menarik dan nyaman untuk digunakan.

Jika Anda termasuk orang yang tertarik untuk menjadi seorang front-end web developer yang bekerja untuk mengurusi berbagai hal seputar tampilan web, berikut ini skill dasar yang setidaknya harus Anda pelajari dan kuasai.

Skill dasar seorang front-end developer

1. HTML dan CSS

HTML dan CSS merupakan satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan dalam web modern, tanpa HTML tidak akan ada halaman website, tanpa CSS tidak akan terlihat menarik halaman web, jadi keduanya merupakan syarat utama yang harus dipelajari dan dikuasai untuk menjadi seorang yang ahli pada bidang front-end development.

developer javascript

Javascript (Image: udemy.com)

2. Javascript

Jika Anda bertanya pada saya bahasa pemograman apa yang paling menjanjikan saat ini, jawabannya saya adalah Javascript.

Javascript digunakan hampir oleh sebagian besar website yang ada di internet saat ini.

Javascript memungkinkan Anda untuk menambahkan fungsionalitas kepada website Anda. Anda juga bisa membuat elemen yang interaktif dengan bantuan Javascript, selain itu Javascript dianggap sebagai bahasa pemrograman paling populer dikalangan developer.

3. jQuery

jQuery adalah sebuah library javascript, yaitu sebuah koleksi plugin dan ekstensi yang membuat proses pengembangan website menggunakan Javascript menjadi lebih mudah dan cepat.

Dibandingkan harus menulis kode Javsacript dari awal, jQuery memungkinkan Anda untuk menambahkan kemampuan interaksi elemen yang siap pakai ke proyek yang Anda kerjakan. Cukup sertakan file jQuery, Anda bisa website Anda menjadi lebih interaktif.

jQuery sebagai library javascript yang paling populer tentu banyak penggunanya, peluang kerja akan semakin terbuka jika Anda menguasai jQuery. Jadi jangan ragu untuk mempelajarinya.

4. Javascript Framework

Javascript framework atau biasa kita sebut kerangka kerja Javascript saat ini mulai banyak diciptakan oleh developer, beberapa javacript framework yang terkenal saat ini yaitu AngularJs, Backbone, Ember dan ReactJS.

Terdapat berbagai tipe framework untuk berbagai keperluan, dan beberapa yang disebutkan diatas merupakan yang sedang populer saat ini, sehingga banyak sekali permintaan untuk kemampuan tersebut pada lowongan pekerjaan.

Dengan Javascript framework, front-end developer bisa bekerja lebih teratur, lebih mudah dan tidak perlu menulis kode javasdript dari awal, penulisan kode javascript menjadi lebih ringkas. Javascript framework ini jika digabungkan dengan javascript library seperti jQuery tentu akan semakin memudahkan pekerjaan pada bidang front-end development.

5. Debugging & Testing

Proses pengembangan website memang banyak menimbulkan bugs, bug jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk bagi website kedepannya. Bug bisa menjadi celah keamanan, bisa juga menjadi hal yang merugikan karena sesuatu bisa tidak berfungsi dengan baik karena masih ada yang tidak beres dari kode yang ditulis.

Oleh karena itu seorang front-end developer harus bisa melakukan debugging dan testing terhadap apa yang sudah dia buat, agar keberadaan bugs semakin minim.

Unit testing sebagai sebuah proses untuk menguji blok kode secara individual penting untuk dipelajari, framework unit testing yang ada saat ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik itu untuk pengujian logika penulisan kode, dan UI testing, dimana hal tersebut berguna untuk memastikan bahwa website bisa berjalan sesuai dengan kebiasaan yang dimeengerti oleh pengguna yang sesungguhnya nanti saat website diluncurkan.

Hal lain yang perlu dipelajari front-end developer saat ini

6. Accessibility & Responsive Design

Data terbaru yang banyak kita dengar dari berbagai survei seputar perangkat apa yang digunakan oleh seseorang untuk mengakses website yaitu “sebagain besar pengguan saat ini mengakses website melalui perangkat mobile (ponsel) ketimbang komputer/laptop”.

responsive web design

responsive web design (Image credit: bluefountainmedia.com)

Dengan berbekal data tersebut, sudah barang tentu keahlian untuk membuat web responsive dan mobile design menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh seorang yang ingin bekerja di bidang front-end development pada era smartphone sekarang ini.

Website jaman sekarang harus bisa diakses dari berbagai perangkat, hal ini penting agar semua pengunjung bisa diakomodir, bisa dilayani dengan baik. Agar tidak kabur dan beralih ke website lain.

Media query menjadi syarat mutlak untuk dipelajari, selain itu pemanfaatan CSS framework seperti Bootstrap dan Foundation bisa mempermudah hal tersebut. Mempelajari Grid juga akan memudahkan pembuatan web responsive.

7. Git & Versioning Control System

Git sudah sejak lama dikenal, terutama bagi pengembang Linux. Namun belakangan git menjadi marak juga digunakan untuk pengembangan web, termasuk front-end development.

Dengan Git kita bisa dengan mudah mengembangkan sistem, menyimpan kodingan baru menjadi sebuah versi terbaru, atau kembali ke versi lama yang sudah stabil jika apa yang kita kembangkan tidak berjalan dengan baik atua menimbulkan error dan masalah. Dengan begitu akan terhindar dari kesalahan fatal dalam pengembangan kode website.

Bekerja dengan bantuan Git bisa memudahkan kolaborasi dengan orang lain atau tim dalam proses pengembangan, tiap orang bisa mengambangkan modul yang berbeda dan nanti digabungkan hasilnya menjadi satu kesatuan sistem yang utuh, dengan begitu tentu akan menghemat waktu.

8. Web Performance

Salah satu faktor yang membuat website bisa berjaya di mesin pencari adalah keberhasilan SEO, salah satu faktor keberhasilan SEO itu adalah bagaimana performa website tersebut, kecepatan website menjadi faktor yang diperhitungkan oleh mesin pencari, khususnya Google.

meningkatkan kecepatan wordpress

Ilustrasi kecepatan WordPress (Image: themeum.com)

Dari sisi pengguna, kecepatan website juga mempengaruhi pengunjung, berdasarkan data berbagai survei, pengunjung yang menunggu lebih dari 3 detik ketika membuka website, cenderung akan langsung meninggalkan website tersebut, dan mencari apa yang dibutuhkannya dari website lain.

Hal tersebut tentu saja kerugian bagi website kita, oleh karena itu salah satu kemampuan yang diperlukan oleh front-end developer adalah membuat performa website menjadi ngebutt secepat roket :D, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk itu adalah mengoptimasi ukuran gambar, menggurangi request ke server dengan menggabungkan beberapa file yang sejenis, mengompress kode atau dikenal dengan istilah minification code, dan lain sebagainya.

9. Cross-Browser

Web browser terbaru semakin hari semakin baik dalam menampilkan halaman website secara konsisten, namun cara mereka menafsirkan kode di belakang layar masih terdapat perbedaan. Beda browser beda engine, beda engine masih beda kemampuan.

cross-browser

Cross-browser (Image credit: devstars.com)

Perbedaan tersebut ternyata berdampak pada pekerjaan front-end developer yang memang berkaitan dengan tampilan.

Perbedaan tersebut membuat tampilan website bisa berbeda pada setiap browser, penyebabnya biasanya karena tidak semua browser mendukung semua fitur, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, bagaimana cara agar tampilan terlihat sama pada setiap browser.

Oleh karena itu seorang front-end developer harus mengerti tentang masalah cross-browser, mereka harus mempelajari juga tentang web standard, karena kompatibilatas browser memang sangat diperlukan.

Itulah beberapa skill yang perlu untuk dipelajari oleh seorang front-end web developer agar bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sesuai kebutuhan user saat ini.