Agar website terlihat modern dan trendi | Sebuah website tentu akan mendapatkan apresiasi yang cukup baik dimata para pengunjung apabila selalu mengikuti trend dan senantiasa terlihat modern. Trend di dunia website tidak terlalu cepat, ada waktu yang cukup untuk berpindah dari satu trend ke trend lainnya. Agak berbeda dengan perkembangan teknologi gadget yang sangat cepat dan butuh biaya lebih.

Jika Anda menggunakan WordPress sebagai dasar dari website Anda, maka hal tersebut akan semakin memudahkan Anda untuk mengimplementasikan setiap perubahan trend yang terjadi di dunia web. Karena dengan WordPress kita dengan mudah menambah dan menghilangkan plugin dan theme.

Terdapat banyak sekali plugin yang tersedia secara gratis untuk WordPress, ada yang untuk keperluan SEO, caching, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak plugin WordPress, ada juga plugin yang jika digunakan bisa membuat website Anda terlihat mengikuti trend yang ada saat ini.

Berikut ini beberapa plugin yang bisa membuat website Anda terlihat modern dan mengikuti trend terkini

1. Card

card web design

card web design (Image: webhostingreviewsbynerds.com)

Jika Anda melihat website-website terkenal saat ini seperti Pinterest, Dribble, Behance, Twitter, Facebook Goolge Plus dan banyak lagi. Maka kita akan banyak menemukan efek kartu (card).

Trend kartu (card) ini sangat booming pada tahun 2015 lalu, sampai-sampai ini dianggap sebagai salah satu pola desain aygn paling populer, trend desain ini membuat seolah-olah konten website itu tersusun dari berbagai kartu yang tersebar, baik secara rapih maupun secara acak, bahkan ada yang bertumpuk.

– Baca juga: 7 Cara Membuat Website Lebih Menarik dan Unik

Plugin Masonry adalah salah satu plugin WordPress yang bisa membuat website Anda memiliki desain yang tampak seperti website-website yang disebutkan diatas, yaitu memiliki layout seperti kumpulan kartu-kartu yang tersebar.

2. Duotone graphics

spotify duotone effect

spotify duotone effect (Image: lukyvj.github.io)

Banyak campaign (kampanye) website terkenal seperti Spotify, Adidas, Lois Jeans dan lainnya yang menggunakan efek Duotone graphic.

Duotone sebenarnya adalah gaya lama, ini sudah digunakan jutaan kali oleh fotografer untuk membuat efek pada foto. Namun pada dunia website, efek ini mungkin baru digunakan. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah digunakan oleh Spotify, dimana desainernya bermain dengan efek warna ini pada website Spotify.

Plugin TwotoneFX adalah solusi yang bisa Anda gunakan di WordPress jika Anda ingin mengaplikasikan efek ini pada gambar atau foto yang ada di website Anda. Plugin ini memungkinkan Anda untuk mengkonversi semua gambar yang ada di media library menjadi duotone. Untuk warnanya tentu bisa Anda pilih sesuai keinginan.

3. The Parallax Effect

parallax effect

parallax effect (Image: digitalleaves.com)

Efek parallax ini tentu saja sudah digunakan oleh banyak sekali website yang ada di dunia maya. Efek parallax memungkinkan Anda membuat efek dimana beberapa gambar bergerak secara paralel, sehingga menghasilkan sebuah efek yang cukup menarik.

Plugin Parallax Scroll adalah salah satu plugin wordpress yang cocok Anda gunakan jika ingin menerapkan efek parallax pada website Anda. Anda bisa menambahkan efek ini menggunakan shortcode, sehingga memungkinkan header, page, custom post memiliki efek parallax background.

4. Material Design

material design website

material design website (Image: pinterest.com)

Salah satu trend desain yang sangat populer saat ini adalah material design yang diluncurkan oleh Google. Material desain digunakan oleh Google untuk Android. Namun juga pada webiste.

Plugin Materializer tersedia untuk pengguna WordPress yang ingin menerapkan material desain di websitenya. Plugin ini menawarkan lebih dari 20 shortcode untuk mengintegrasikan unsur-unsur seperti card, loading icon, berbagai jenis tombol, dan lainya kedalam page dan post. Anda bisa melihat halaman dokumentasi untuk mencari tahu lebih lengkap tentang cara menggunakannya.

– Baca juga: 7 Plugin jquery untuk membuat website material design

5. Animations

Animations Kaipoche

Animations Kaipoche (Image: designinstruct.com)

Animasi tentu saja sudah tidak asing lagi untuk ada di halaman website. Jika dahulu kita harus menggunakan gambar .GIF atau flash untuk menampilkan animasi pada website, maka sekarang sudah tidak seperti itu lagi, karena teknologi semakin berkembang, apalagi sejak munculnya HTML5 dan CSS3, ditambah dengan framework javascript yang semakin berkembang pesat.

Animasi pada halaman website saat ini sering digunakan untuk menggerakan elemen, animasi loading, animasi zooming, tipografi, transisi secara halus, menggeser, memutar, memunculkan dan menghilangkan sesuatu dan lainnya. Semua digunakan untuk meningkatkan desain antarmuka website.

Plugin Animate It bisa Anda gunakan di WordPress untuk mengatur setiap animasi dari elemen post atau page agar bisa bergerak secara halus. Plugin ini hadir dengan bermacam efek, termasuk bouncing, fading, rotating, flipping dan pulsating.

6. Hamburger menu buttons

time burger menu

time burger menu (Image: smallbiztrends.com)

Hamburger menu semakin banyak digunakan pada desain website sekarang ini, termasuk website-website terkenal seperti The New York Times, Start-Wars.com, dan lainnya.

Hamburger menu ditandai dengan icon yang berbentuk tiga garis secara bertempuk sehingga tampak seperti hamburger. Icon hamburger menu ini biasanya digunakan pada menu navigasi, dan umumnya digunakan untuk menghemat space, dimana menu baru akan muncul ketika tombol tersebut di klik. Hamburger menu semakin banyak digunakan ketika maraknya website responsive, sering kita lihat pada website mobilenya sebuah website.

Plugin Responsive Menu bisa jadi solusi bagi Anda pengguna WordPress yang ingin menerapkan hamburger menu pada website Anda. Plugin ini tentu saja cocok untuk blog, majalah, portal perusahaan atau website apapun. Plugin ini hadir dengan panel navigasi yang sepenuhnya responsive dan dapat disesuaikan dengan selera Anda. Terdapat 70 pilihan hamburger menu yang berbeda bisa Anda dapatkan dengan menggunakan plugin ini.