Pengertian Freelance atau pekerja lepas – Asik sepertinya jika kita membahas seputar bekerja freelance. Pada zaman internet seperti sekarang ini, ditambah dengan kenyataan macetnya ibu kota yang menjengkelkan sekaligus melelahkan, membuat banyak orang ogah untuk menjadi pegawai kantoran, mereka lebih memilih menjadi pekerja lepas atau biasa disebut dengan freelancer.

Bekerja sebagai freelance semakin populer saat ini karena semua tugas bisa dikerjakan dari rumah, tanpa macet, cukup pakai celana kolor, bermodal koneksi internet dan skill mumpuni, namun penghasilan lumayan bahkan bisa lebih dibandingkan dengan pekerja kantoran.

Freelance adalah bekerja sacara lepas tanpa ikatan kontrak dengan perusahaan tertentu, orang yang bekerja freelance disebut dengan freelancer, atau ada juga yang menyebut sebagai pekerja lepas. Mereka bekerja secara mandiri, tidak terikat perjanjian jangka panjang dengan satu perusahaan atau pada pemberi pekerjaan tertentu.

– Baca juga: 6 Modal Utama Kerja Freelance, Jangan Cuma Nekat

Jurnalweb kutip dari Wikipedia, pekerja lepas dalam bentuk bahasa Inggrisnya, “freelance“, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Sir Walter Scott (1771-1832) dari Britania Raya dalam novelnya “Ivanhoe” untuk menggambarkan seorang “tentara bayaran abad pertengahan” atau metafora untuk sebuah “tombak yang bebas” (“free-lance“) (menunjukkan bahwa tombak tidak disumpah untuk melayani majikan apapun, bukan bahwa tombak (tersedia gratis).

Pekerja freelance bisa mengerjakan pekerjaan dari manapun dan kapanpun dia mau, bahkan sambil liburan pun bisa, yang penting adalah pekerjaan tersebut bisa selesai dengan baik dan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sesuai perjanjian dengan klien.

Karena fleksibilitas waktu tersebut, tidak aneh jika terkadang pekerjaan freelance ini disambi dengan pekerjaan utama. Walaupun ada juga sebagian orang yang menjadi freelancer full time, yaitu mereka yang menjadikan freelance sebagai pekerjaan utamanya.

ilustrasi freelance

ilustrasi freelance (Image: truelancer.com)

Pada saat ini banyak sekali orang yang tertarik untuk menjadi freelancer, mulai dari yang masih sekolah hingga yang sudah tua, semua bisa menjadi freelancer, karena yang dibutuhkan skill yang mumpuni untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diinginkan. Kehadiran tidak terlalu diperlukan.

Jenis pekerjaan

Pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance ada banyak, bukan hanya yang berkaitan dengan jasa IT atau desain seperti jasa pembuatan web, aplikasi ataupun logo, namun juga ada dari bidang lain, seperti penulis, model, penerjemah, guru private dan lain sebagainya.

Praktek tenaga lepas sangat bervariasi. Ada beberapa memerlukan klien mereka untuk menandatangani kontrak tertulis, sedangkan yang lain dapat melakukan pekerjaan berdasarkan perjanjian lisan, yang mungkin dilaksanakan melalui sifat pekerjaan tersebut. Beberapa pekerja lepas dapat memberikan perkiraan tertulis dari hasil kerja mereka dan meminta pembayaran di muka dari klien mereka.

Penghasilan dan Pembayaran

Untuk penghasilan, orang yang bekerja secara freelance bisa mendapatkan penghasilan yang setera bahkan banyak juga yang lebih besar dibandingkan dengan pekerja kantoran, ditambah lagi dengan kemudahan karena tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor.

– Baca juga: Tips Bagi Freelancer Agar Pembayaran Proyek Tidak Tertunda

Pembayaran untuk pekerjaan lepas juga bervariasi. Pekerja lepas mungkin mengenakan biaya pada klien mereka dalam hitungan per hari, per jam, per halaman, atau pada basis per-proyek. Daripada tarif tetap atau biaya, beberapa pekerja lepas telah mengadopsi metode “harga berbasis nilai” berdasarkan persepsi nilai dari yang mereka hasilkan untuk klien.