Pendapatan Bukalapak perhari | Kegiatan jual beli online di Indonesia saat ini semakin ramai, website e-commerce semakin banyak diciptakan, penjual juga makin banyak, baik itu yang berjualan melalui toko online pribadinya, ngelapak di marketplace, atau berjuang promosi di sosial media.

Salah satu dari sekian banyak platform e-commerce yang sangat terkenal saat ini adalah Bukalapak, siapa yang tidak mengenal nama itu saat ini, hampir tiap hari kita mendengar nama tersebut, terutama melalui layar televisi. “dinego aja say….♫ ♬ dinego sampai okay…,” potongan lagu tersebut tentu sudah tidak asing ditelinga Anda.

bukalapak

Bukalapak (Image: merdeka.com)

Sudah tepat tujuh tahun menjadi platform e-commerce, Bukalapak menyebut diri mereka sudah tumbuh semakin pesat saat ini, tidak hanya dari sisi nilai transaksi namun juga dari ekosistem pendukung lainnya.

Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan pertumbuhan perusahaan yang dia rintis secara konsisten tumbuh tiga hingga lima kali lipat setiap tahunnya, seperti Junalweb.com kutip dari laman cnnindonesia, pada Jum’at (17/03/2017).

Menurut Zaky nilai transaksi harian Bukalapak juga meningkat setiap tahunnya, seperti pada akhir 2015, nilai transaksi harian Bukalapak mencapai Rp7 miliar sedangkan pada tahun 2014 hanya Rp500 juta saja.

Hingga akhir tahun 2016, perharinya Bukalapak bisa meraup transaksi sebesar Rp50 miliar.

“Nilai transaksi harian kami bahkan sempat tembus Rp300 miliar saat momen Harbolnas akhir Desember (2016) kemarin,” ungkap Zaky usai perayaan ulang tahun ketujuh Bukalapak di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (10/1).

Meningkatnya pendapatan Bukalapak tentu juga dibarengi dengan meningkatnya pendapatan rata-rata mitra penjual (pelapak) hingga mencapai dua kali lipat per tahunnya.

Menurut Zaky pendapatan bersih perusahaannya juga tumbuh hingga 7 kali lipat dibanding tahun 2015. Dengan melihat pencapaian seperti itu, untuk tahun 2017 dan 2018 Bukalapak menargetkan pertumbuhan yang serupa.

Namun meskipun sudah memiliki transaksi hingga puluhan miliar, menurut Zaky Bukalapak belum mengantongi keuntungan.

“Kalau kejar target untung, memang masih belum untung, kalau lihat biaya operasional sebenarnya sudah nutup kalau tidak pasang iklan tv. Harapannya tahun ini kami bisa capai profitabilitas,” katanya.

Namun walaupun demikian, Zaky tetap optimis dengan terget pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia. Karena jika dibandingkan dengan retail offline, pertumbuhan pelapak online lebih cepat dan waktu yang dibutuhkan juga relatif singkat.

Pengguna aktif di Bukalapak saat ini tercatat 11,2 juta, sedangkan penjual (pelapak) jumlahnya sekitar 1,3 juta.

Tidak jauh berbeda dengan perusahaan e-commerce lainnya yang ada saat ini, Bukalapak juga mencatat bahwa produk yang paling diburu oleh para pembeli adalah kategori gadget dan fashion.