Keuntungan dan kerugian kerja freelance yang perlu Anda ketahui sebelum terjun menjadi freelancer kelas kakap ini layak Anda simak.

Freelancer adalah orang yang bekerja untuk satu perusahaan ataupun pada perorangan tanpa perjanjian jangka panjang yang mengikat, tanpa ikatan kerja yang ketat.

Pekerjaan sebagai freelance bisa dilakukan oleh anak muda yang masih sekolah, kuliah, orang dewasa, karyawan swasta ataupun pegawai negeri. Karena freelance bisa dijadikan pekerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Walaupun ada juga sebagian orang yang menjadikan freelance sebagai pekerjaan utamanya dengan bekerja full time.

Pada artikel sebelumnya tentang pengertian freelance kita sudah membahas sekilas tentang bagaimana bekerja freelance, sedangkan pada tulisan kali ini kita akan membahas secara khusus tentang kerugian dan keuntungan bekerja freelance.

Keuntungan Kerja Freelance

Terdapat banyak keuntungan yang bisa dimiliki oleh orang yang bekerja freelance, berikut adalah beberapa keuntungan menjadi freelancer.

1. Mendapatkan penghasilan tambahan

Bisa mendapatkan penghasilan tambahan merupakan alasan utama orang memutuskan kerja freelance, karena memang pekerjaan ini bisa dijadikan sebagai pekerjaan sambilan, tanpa harus mengganggu pekerjaan utama. Sedangkan untuk Anda yang masih mahasiswa tentu ini bisa menjadi solusi agar tidak merengek lagi minta uang kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Enak kan..

2. Ajang aktualisasi diri

Bekerja sebagai freelancer, khususnya bagi pelajar ataupun mahasiswa bisa menjadi ajang aktualisasi diri. Jika di sekolah atau kampus hanya mendapatkan teori saja, dengan kerja freelance Anda bisa praktik langsung di lapangan. Apalagi sekarang banyak perusahaan yang tidak terlalu memperdulikan status pendidikan, namun yang penting mampu bekerja.

Misalnya saja seorang mahasiswa dibidang IT atau desain visual, mereka bisa menawarkan jasa pembuatan website, logo, poster, dan jasa lainnya sambil mengasah kemampuan.

3. Latihan wirausaha

Apabila Anda memiliki cita-cita menjadi seorang wirausahawan, maka mulai melangkah sebagai freelancer tentu menjadi salah satu langkah yang tepat. Dengan bekerja sebagai freelance terlebih dahulu bisa membuat Anda mengerti seluk beluk pekerjaan yang sesungguhnya nanti, selain itu bekerja sebagai freelance melatih diri untuk bisa bekerja secara mandiri dan belajar disiplin untuk mengerjakan pekerjaan sesuai target waktu yang disepakati.

4. Waktu kerja fleksibel

Karena bekerja sebagai freelancer tidak perlu datang ke kantor setiap hari jadi waktu kerja bisa fleksibel dan bebas untuk pengaturannya, yang penting pekerjaan selesai dengan baik. Anda yang bekerja kantoran bisa mengatur waktu untuk bekerja freelance pada malam hari atau pada hari-hari libur, begitu juga untuk mahasiswa, bisa bekerja setelah jam kuliah selesai, namun jangan sampai bekerja sebagai freelance mangganggu tugas kuliah. Ntar ga lulus-lulus lho..

5. Bekarja sesuai hobi dan skill

Sebagai freelance Anda bisa bekerja sesuai dengan minat, sesuai hobi dan sesuai skill yang dimiliki. Tingkat kesulitan pekerjaan bisa dipilih, yang kira-kira sanggup untuk dikerjakan maka silahkan ambil. Untuk yang masih pemula, pekerjaan freelance pertama Anda mungkin bayarannya tidak terlalu mahal, namun jika bisa diselesaikan dengan baik maka keberhasilan tersebut akan menjadi pengalaman dan meningkatkan jam terbang Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan bayaran yang lebih tinggi kedepannya.

6. Mobilitas tinggi dalam bekerja

freelancer laptop

Ilustrasi freelancer (Image: livemint.com)

Sebagai pekerja yang tidak terikat dan tidak harus hadir di kantor setiap hari maka freelancer memiliki waktu yang lebih banyak dan bisa bekerja dari mana saja, baik itu dari kamar kos, rumah, cafe, ataupun dari tempat liburan, syaratnya cukup ada jaringan internet dan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan.

7. Jadi bos untuk diri sendiri

Tentu enak jika bisa menjadi bos, jika saat ini belum bisa menjadi bos di sebuah perusahaan atau instansi yang memiliki banyak anak buah, maka dengan freelance maka Anda setidaknya bisa menjadi bos untuk diri sendiri. Mengapa demikian? karena tidak akan ada bos atau orang-orang yang akan menekan Anda dalam bekerja. Semua berada dalam kendali sendiri, Anda yang memilih pekerjaannya, Anda bebas mengatur waktu kerjanya, Anda mengerjakan, Anda yang melakukan negosiasi. Bahkan karena bekerja bisa dari mana saja, maka Anda juga bisa mengerjakan tugas tersebut sambil mendengarkan musik keras-keras di rumah.

8. Tersedia banyak pekerjaan untuk freelancer di internet

Saat ini hampir semua informasi bisa kita dapatkan dari internet, termasuk informasi lowongan pekerjaan bagi freelancer, berbagai situs khusus sudah diciptakan menjembatani antara freelancer dan orang yang membutuhkan tenaga kerja lepas. Jadi rugi sekali jika internet hanya digunakan untuk update status di socmed atau untuk hal negatif lainnya.

9. Membuka peluang karir baru

Dengan menjadi seorang freelancer Anda akan bertemu dengan banyak orang, terutama klien yang berbeda-beda. Pertemuan dengan orang-orang baru tersebut bisa membuka banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan memulai karir baru yang mungkin tidak Anda pikirkan sebelumnya. Apalagi jika keahlian sudah terasah dengan tajam saat menjadi pekerja freelance.

10. Punya banyak waktu untuk keluarga

Jika Anda selama ini merasa kekurangan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, maka dengan bekerja freelance Anda akan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarga tercinta. Apalagi jika Anda menjadi freelancer full-time.

11. Bisa bekerja di beberapa perusahan sekaligus

Menjadi freelancer tidak terikat penuh dengan satu perusahaan, dengan demikian pekerja freelance bisa bekerja dengan beberapa perusahaan secara bersamaan. Hal ini menjadi keuntungan karena bisa berkenalan dan berteman dengan banyak orang dari berbagai perusahaan, ada backup jika salah satu perusahaan sedang tidak memberikan pekerjaan.

freelance

Pendapatan freelance (Image: lifehacker.com)

12. Pendapatan bisa lebih besar

Banyak orang yang berhenti bekerja kantoran dan mumutuskan untuk menjadi freelancer saja, merea akhirnya bisa bertahan karena memang pendapatannya bisa lebih besar dibanding kerja kantoran, sebagai contoh seorang web developer di sebuah perusahaan mungkin bisa diminta untuk membuat 3 buah website dalam sebulan, namun digaji tetap untuk satu sebulan, walaupun harga website tersebut masing-masingnya sangat mahal, namun karyawan tetap dibayar sesuai standar perjanjian kontrak.

Hal berbeda bisa terjadi pada freelancer, menyelesaikan 3 website dalam sebulan akan mendapatkan pendapatan penuh sesuai dengan nilai kontrak yang disepakati, hal ini tentu berbeda dengan pekerja kantoran.


Kerugian Menjadi Freelancer

Setiap bidang pekerjaan tentu memiliki sisi baik dan sisi buruk, jika diatas tadi kita sudah bahas kelebihan atau keuntungan bekerja sebagai freelancer, kini kita akan bahas juga apa kekurangan dan kerugian bekerja freelance.

1. Muncul gangguan

Karena freelancer biasanya tidak pergi ke kantor, terkadang ada saja gangguan yang muncul ketika sedang bekerja. Misalnya saja jika Anda sudah punya anak, bisa saja tiba-tiba anak muncul dan merecoki pekerjaan Anda, ini tentu bisa mengganggu konsentrasi. Jadi harus pintar dalam menentukan ruang kerja agar tidak terganggu.

2. Terisolasi dan kurang sosialisasi

sosialisasi kantor

Bersosialisasi (Image: freelancinggig.com)

Bekerja sebagai freelance sering kali membuat orang merasa kesepian, apalagi untuk anak muda yang jiwanya masih ingin kesana-kemari, berdiam dirumah tentu akan sangat membosankan. Hal tersebut mungkin akan berbeda jika Anda bekerja disebuah kantor dimana bisa banyak berinteraksi dengan rekan kantor, walaupun terkadang banyak juga yang mengeluh bosan dengan suasana kantor karena bertemu orang yang itu-itu terus. Hm….dilematis ya :D

3. Kerja freelance tak pernah usai

Bekerja sebagai freelance sering kali membuat orang sulit untuk memisahkan mana waktu kerja mana waktu istirahat, tidak adanya disiplin kerja seperti di kantor yang masuk jam 8 pulang jam 5, membuat pekerja freelance sering kali merasa bekerja 24 jam, hal tersebut membuat seolah pekerjaan tidak pernah ada habisnya.

4. Disiplin diri

Bekerja tanpa waktu yang pasti membuat sebagian besar pekerja freelance menjadi sulit mengatur waktu. Kurang disiplin menjadikan kehidupan freelancer jadi semau-maunya. Terkadang bangun siang, tidur larut malam, dan masalah indisipliner lainnya.

5. Tidak ada tunjangan kesehatan, tunjangan lebaran dan bonus seperti dikantor

Jika kantor biasanya memberikan berbagai tunjangan seperti asuransi kesehatan, tunjangan hari raya, atau bonus lainnya jika lembur, maka pekerja freelance sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan hal tersebut. Paling-paling bonus dari klien jika pekerjaan memuaskan.

6. Masalah Stabilitas

Meskipun kerja sebagai freelance bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar dibanding pekerja kantoran, namun sebagian besar freelancer menganggap bahwa pekerjaan mereka kurang aman dibanding profesi kantoran.

komputer lambat

Komputer Lambar (Foto: internap.com)

7. Masa peceklik dan sulit menemukan klien

Tidak selamanya klien itu bisa didapatkan, terkadang ada saja masa peceklik dimana sangat sulit untuk mendapatkan klien, sehingga harus putar otak untuk mendapatkan solusi dari pekerjaan lainnya. Hal ini merupakan salah satu tantangan besar bagi seorang freelance untuk bisa konsisten mendapatkan klien.

8. Bertemu klien buruk

Tidak selamanya klien yang ditemui itu orang yang baik, beberapa freelancer mengeluh bahwa mereka pernah bertemu dengan klien yang bersifat buruk, seperti tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka kerjakan, ada saja perubahan yang diminta, bahkan ada yang tidak membayar hasil pekerjaan, baik itu karena tidak puas dengan hasilnya tadi atau karena tiba-tiba kabur setelah mendapatkan hasil pekerjaan.

9. Kecanduan kafein dan nikotin

Kopi dan rokok sering kali menjadi santapan freelance, apalagi jika sedang buntu dalam mencari solusi pada masalah yang muncul. Jika terlalu sering kejadian seperti itu bukan tidak mungkin akan kecanduan dan tentu akan berakibat tidak baik.

10. Kurang istirahat dan masalah kesehatan

Freelancer terkadang bekerja melebihi pekerja kantoran karena tidak membiasakan disiplin waktu, sehingga kurang istirahat dan akhirnya menimbulkan masalah kesehatan. Itu salah satu masalah yang sering dialami orang yang kerja freelance.

11. Bisa stress

Bukan hanya pekerja kantoran yang mengalami stress soal pekerjaan, kerja freelance pun bisa mengalami stress, penyebabnya tentu masalah pekerjaan, kurang istirahat, kurang sosialisasi, kekurangan klien dan sebagainya.

# Kesimpulan

Jadi tetap ada sisi baik dan sisi buruk dari setiap pekerjaan, pilihannya tetap pada diri Anda sendiri dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk poin-poin yang sudah kita bahas diatas.

Saran dari tim jurnalweb, jika Anda tidak kuat mental dan kurang memiliki jaringan lebih baik jangan menjadi freelancer, lebih baik bertahan sebagai pekerja kantoran saja.