Google larang iklan di situs berita palsu | Google yang kini merupakan anak perusahaan Alphabet Inc, pada Senin(14/11/2016) waktu AS menyatakan bahwa mereka sedang melakukan pembaharuan kebijakan untuk bisa membatasi iklan-iklan mereka yang dipasang pada situs berita palsu.

iklan google

Ilustrasi iklan Google (Image: developers.google.com)

Keputusan yang diambil Google tersebut berdasarkan keprihatinan mereka karena tersebar luasnya informasi online yang tidak akurat dimana banyak disebarkan oleh situs berita palsu.

kami akan membatasi layanan iklan pada laman-laman yang salah dalam menggambarkan, salah dalam mengutarakan atau mengaburkan informasi menyangkut penerbit, konten penerbit maupun tujuan dasar properti web

Menurut juru bicara Google Andrea Faville kepada Reuters, perubahan kebijakan yang akan dilakukan Google ini akan segera diterapkan.

“Melangkah ke depan, kami akan membatasi layanan iklan pada laman-laman yang salah dalam menggambarkan, salah dalam mengutarakan atau mengaburkan informasi menyangkut penerbit, konten penerbit maupun tujuan dasar properti web,” ujar Faville, seperti Jurnalweb kutip dari Antara, Selasa (15/11/2015).

Langkah yang diambil oleh Google tersebut tentu saja akan membuat banyak blogger dan media-media kecil yang masih merintis menjadi sedikit khawatir. Mereka menunggu seperti apa kebijakan itu nantinya akan diterapkan, apa saja kriteria penilaian Google untuk memastikan situs berita tersebut abal-abal atau asli.

Jaringan iklan Google Adsense merupakan salah satu kunci pengendali finansial bagi banyak punerbit. Perusahan menempatkan berbagai batasan dimana iklan tersebut akan terpasang, termasuk melarang pada situs berbau seksual dan konten kekerasan. Pekerjaan update privasi ini sudah dimulai sebelum pemilihan presiden Amerika, kata Faville seperti Jurnalweb dikutip dari laman Fortune.com.